Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gempa 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Tsunami 0,3 Meter Terjadi di Halmahera Barat

Bayu Shaputra • Kamis, 2 April 2026 | 08:39 WIB
Ilustrasi pencatatan seismograf gempa.
Ilustrasi pencatatan seismograf gempa.

 

RADARSITUBONDO.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 hingga 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi memicu terjadinya tsunami di sejumlah titik. Gelombang tsunami terdeteksi dengan ketinggian relatif kecil di Halmahera Barat dan Kota Bitung.

Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pembaruan resmi yang disampaikan lewat platform X.

Dalam keterangan itu disebutkan bahwa tsunami terpantau di Halmahera Barat pada pukul 07.08 WITA dengan ketinggian mencapai 0,3 meter. Sementara itu, di Kota Bitung, gelombang tercatat setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA.

Baca Juga: Persib Bandung Waspadai Semen Padang, Bojan Hodak Prediksi Laga Sulit di Padang

“Pemutakhiran tsunami akibat gempabumi M 7,6. Telah terdeteksi tsunami di Halmahera Barat pukul 07.08 WITA setinggi 0,3 m, Bitung pukul 07.15 WITA setinggi 0,2 m," tulis akun tersebut, Kamis (2/3).

Sebelumnya, gempa utama terjadi sekitar pukul 06.48 WITA dan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Guncangan ini langsung memicu sistem peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG untuk beberapa daerah yang dinilai berpotensi terdampak.

Sejumlah wilayah di Maluku Utara ditetapkan dalam status siaga tsunami, meliputi Ternate, Halmahera, dan Tidore. Di wilayah Sulawesi Utara, status siaga juga diberlakukan untuk Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan, serta Minahasa Utara.

Baca Juga: Viral! SPBU Kapongan Diduga Utamakan Pengimbal, Pengendara Mobil Ngaku Tak Dilayani

Sementara itu, beberapa daerah lainnya berada pada status waspada. Wilayah tersebut antara lain Kepulauan Sangihe, bagian utara Minahasa Utara, serta wilayah selatan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi bangunan pascagempa.

“Masyarakat perlu memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali masuk, terutama untuk menghindari potensi runtuhan akibat struktur yang melemah,” ujarnya.

BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi tsunami hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

Hingga saat ini, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi serta dampak yang mungkin timbul akibat gempa dan tsunami tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
#Gempa Sulawesi Utara #Tsunami Halmahera Barat #bmkg