RADARSITUBONDO.ID - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan bertanggung jawab penuh atas dampak yang timbul akibat ledakan hingga kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam dan menimbulkan korban serta kerusakan di sekitar lokasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa fasilitas yang mengalami ledakan merupakan milik pihak swasta yang berstatus sebagai mitra Pertamina Patra Niaga. Meski demikian, pihaknya menegaskan komitmen untuk tetap hadir dalam penanganan dampak kejadian.
"Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi semalam (1/4). Fokus kami tadi memang pada penanganan untuk insiden dan juga memastikan bahwa tidak ada dampak yang meluas," ujarnya saat memberikan keterangan di Bekasi, Kamis.
Baca Juga: Gempa 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Tsunami 0,3 Meter Terjadi di Halmahera Barat
Dalam upaya penanganan korban, Pertamina memastikan seluruh biaya pengobatan bagi warga yang mengalami luka akibat kejadian tersebut akan ditanggung sepenuhnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat terdampak.
"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kita akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik," kata Susanto.
Selain itu, Pertamina juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Namun, proses perbaikan akan dilakukan setelah adanya pendataan bersama pemerintah setempat, termasuk perangkat RT, RW, dan kelurahan guna memastikan tingkat kerusakan secara rinci.
Baca Juga: Persib Bandung Waspadai Semen Padang, Bojan Hodak Prediksi Laga Sulit di Padang
"Ini kan (renovasi rumah) harus dilihat dulu, kita harus bekerja sama dengan pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kita juga akan lihat kerusakannya seperti apa," jelasnya.
Hingga saat ini, Pertamina mengonfirmasi terdapat satu pekerja SPBE yang mengalami luka bakar. Namun, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah korban secara keseluruhan dengan melibatkan pihak pengelola SPBE.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab dan kronologi pasti kejadian. Pertamina juga belum dapat memberikan keterangan rinci mengenai hal tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan saksi serta pengumpulan data di lapangan.
"Jadi kalau kronologi, kami belum bisa memastikan. Karena itu masih harus meminta keterangan dari para saksi, lalu juga dari warga sekitar sini, kami akan mencari keterangan untuk kronologisnya," ucap Susanto.
Di sisi lain, Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan bahwa jumlah korban akibat insiden tersebut mencapai 12 orang berdasarkan data sementara. Para korban saat ini tersebar di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit," katanya.
Baca Juga: Sadis! Sapi Bunting 8 Bulan di Seletreng Dijagal Maling dalam Kandang, Daging Raib
Ia menambahkan bahwa sebagian korban mengalami luka bakar cukup serius dengan tingkat keparahan mencapai 60 hingga 70 persen. Hingga kini, seluruh korban masih menjalani perawatan intensif.
"Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa. Ada dari warga, ada juga karyawan. Kami masih mendata semua," ujarnya.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan sempat memicu kepanikan warga sekitar. Api yang membesar akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dari berbagai pos dikerahkan dan bekerja sama dengan warga setempat.
Hingga kini, fokus utama masih pada penanganan korban serta pendataan dampak yang ditimbulkan. Proses investigasi terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi di fasilitas pengisian elpiji tersebut.
Editor : Bayu Shaputra