Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

BMKG Catat 29 Gempa Susulan Usai Gempa M7,6 di Ternate Maluku Utara

Bayu Shaputra • Kamis, 2 April 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi alat deteksi gempa. (BMKG)
Ilustrasi alat deteksi gempa. (BMKG)

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan yang cukup intens setelah gempa utama mengguncang wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Provinsi Maluku Utara, Kamis pagi.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terjadi puluhan gempa susulan pascagempa utama tersebut. “Sejak terjadinya gempa utama sejauh ini sudah ada 29 gempa susulan,” ujarnya di Manado, Sulawesi Utara, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan gempa susulan yang terekam bervariasi. Magnitudo terkecil berada di angka 3,1, sedangkan yang terbesar mencapai 5,5. Kondisi ini, menurutnya, merupakan fenomena yang umum terjadi setelah gempa utama dengan kekuatan besar.

Baca Juga: Dua Gol Beckham Putra Bikin Thom Haye Kagum, Timnas Indonesia Makin Solid

Gempa susulan merupakan bagian dari proses pelepasan energi sisa di zona patahan setelah gempa utama terjadi. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan.

“Kami tetap berharap warga waspada berhati-hati, serta memastikan bahwa bangunan rumah atau tempat bekerja dalam kondisi baik setelah terjadinya gempa,” katanya.

Sebelumnya, gempa utama terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M7,6.

Baca Juga: Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas, 12 Orang Terluka

Episenter gempa berada pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada di laut, sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.

Kedalaman tersebut menunjukkan bahwa gempa termasuk kategori gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan guncangan kuat di permukaan. Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.

BMKG terus mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak, untuk mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Selain itu, pengecekan kondisi bangunan pascagempa menjadi langkah penting untuk menghindari risiko tambahan akibat kerusakan struktural.

Editor : Bayu Shaputra
#Gempa Maluku Utara #bmkg