RADARSITUBONDO.ID – Munaqosyah ke-7 Al-Qur’an Juz 30 kembali digelar sebagai upaya mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter Qur’ani. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi Indonesia emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.
Munaqosyah yang diikuti oleh ratusan siswa Korwil Kecamatan Panji tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Acara dihadiri langsung Kepala Kementerian Agama Situbondo, H. Muhammad Mudhoffar, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Sucipto. Mereka turut melakukan pengujian terhadap para siswa penghafal Al-Qur’an Juz 30.
Munaqosyah merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an para siswa sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak dini. Selain itu, kegiatan ini tidak hanya menekankan pemahaman bacaan dengan tajwid yang benar, tetapi juga penghayatan terhadap makna Al-Qur’an.
“Dengan membentuk akhlak dan karakter yang baik melalui Al-Qur’an,” kata ketua pelaksana, Sudibyo, S.Pd., M.Pd., Selasa (7/4).
Dia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan harapan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pembinaan harus dimulai sejak dini melalui kegiatan munaqosyah yang rutin dilaksanakan setiap tahun. “Artinya, kita ingin menyiapkan generasi-generasi menuju Indonesia Emas 2045 dengan memiliki akhlak yang baik melalui munaqosyah Al-Qur’an ini,” tambahnya.
Sudibyo juga menjelaskan bahwa untuk wilayah Koordinator Panji, fokus kegiatan saat ini masih pada Juz 30. Hal ini karena mayoritas peserta masih duduk di kelas VI SD. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh sebanyak 391 peserta.
Dia juga menuturkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar siswa yang telah hafal Juz 30 dapat memiliki bekal untuk mengikuti seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, baik melalui jalur afirmasi maupun jalur prestasi. “Di SMP nantinya ada berbagai jalur, seperti jalur afirmasi dan jalur prestasi,” jelasnya.
Sudibyo berharap Dinas Pendidikan Situbondo dapat memberikan peluang lebih besar bagi siswa yang telah memiliki sertifikat munaqosyah, karena dinilai setara dengan prestasi tingkat nasional. “Prestasi seperti juara nasional tentu sulit diraih, tetapi melalui munaqosyah ini setidaknya siswa memiliki peluang lebih mudah. Kami juga berharap siswa terus meningkatkan hafalannya dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Hadi Sukomukyo, mengatakan bahwa kegiatan ini hampir tidak pernah terhenti, kecuali saat pandemi Covid-19. “Kami sangat bersyukur kegiatan yang memiliki manfaat besar ini dapat kembali dilaksanakan,” ujarnya.
Dia berharap ke depan jumlah peserta terus meningkat dan mampu memberikan motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya. “Kami berharap ke depan semakin banyak siswa yang mengikuti kegiatan ini sehingga kualitasnya terus meningkat,” tambahnya.
Hadi juga menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga memperbaiki bacaan, khususnya makharijul huruf, agar kualitas tilawah semakin baik. “Harapan kami, setelah siswa mengikuti munaqosyah di tingkat SD, ke depan bisa berlanjut di tingkat SMP agar pencapaian mereka tidak berhenti di sini saja,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono