RADARSITUBONDO.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Kamis dengan tercatat empat kali erupsi dalam rentang waktu dini hari hingga pagi. Tinggi kolom letusan bervariasi antara 800 meter hingga satu kilometer di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.21 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 900 meter di atas puncak. Arah sebaran abu mengarah ke timur laut dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 122 detik," kata Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Baca Juga: 5.828 Anak di Situbondo Tak Sekolah, DPRD Desak Tambah Kuota Beasiswa!
Erupsi kedua terjadi pada pukul 03.27 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar satu kilometer di atas puncak. Pola sebaran abu masih relatif sama, yakni mengarah ke timur laut dengan intensitas tebal. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 160 detik.
Selang satu jam lebih, tepatnya pukul 04.30 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi. Tinggi kolom abu terpantau sekitar 800 meter di atas puncak. Warna abu tetap didominasi putih hingga kelabu dengan arah sebaran ke timur laut.
Erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik, menunjukkan aktivitas yang masih fluktuatif namun konsisten.
Baca Juga: Sabu & Ribuan Pil Terlarang Dimusnahkan di Situbondo, Fakta Mengejutkan Soal Narkoba Terungkap!
Memasuki pagi hari, erupsi kembali terjadi pada pukul 06.10 WIB. Kali ini tinggi kolom letusan mencapai sekitar satu kilometer di atas puncak. Arah sebaran abu mengalami perubahan menuju barat laut dengan warna kelabu dan intensitas tebal.
"Pada pukul 06.10 WIB terjadi erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar satu kilometer di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 169 detik," tuturnya.
Berdasarkan data pengamatan, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi masyarakat guna mengurangi risiko bencana.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap potensi awan panas dan aliran material vulkanik.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Baca Juga: Warga Karangasem Murka! BB Kecelakaan Diparkir Sembarangan, Ancam Demo Polres Situbondo
PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lain seperti awan panas guguran, aliran lava, serta lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Selain itu, sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur aliran lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak.
Editor : Bayu Shaputra