Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gempa Flores Timur Berlanjut, 48 Aftershock Terdeteksi hingga Kamis Pagi

Bayu Shaputra • Kamis, 9 April 2026 | 13:34 WIB
Ilustrasi pencatatan seismograf gempa.
Ilustrasi pencatatan seismograf gempa.

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam (8/4/2026).

Hingga Kamis pagi (9/4/2026) pukul 05.40 WIB, aktivitas seismik masih berlangsung dengan total 48 kejadian aftershock terdeteksi.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan terkini BMKG. “Hingga (terakhir) pukul 05.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 kejadian gempabumi susulan atau aftershock,” kata Arief, Kamis pagi.

Baca Juga: Iran Ancam Cabut Gencatan Senjata Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selain mencatat aktivitas gempa susulan, BMKG juga menerima laporan adanya kerusakan bangunan di wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk memastikan dampak yang ditimbulkan dari rangkaian gempa tersebut.

Gempa susulan terakhir yang tercatat memiliki magnitudo 3,8. Titik pusat gempa berada di koordinat 8,44 derajat Lintang Selatan dan 123,14 derajat Bujur Timur.

Lokasinya berada di daratan, sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman 3 kilometer. “Lokasinya di darat pada jarak 24 kilometer Tenggara Larantuka-NTT pada kedalaman 3 kilometer,” ujar Arief.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Tak Redam Serangan Israel di Beirut

Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang terjadi termasuk jenis gempa dangkal. Hal ini terlihat dari kedalaman hiposenter yang relatif rendah serta posisi episenter yang berada di daratan. Arief menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut.

Kondisi ini menyebabkan potensi gempa susulan masih terbuka. Oleh karena itu, masyarakat di Flores Timur dan sekitarnya diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa lanjutan.

Aktivitas seismik yang masih meningkat menjadi indikator bahwa wilayah tersebut masih dalam fase penyesuaian pascagempa utama.

Sementara itu, pemerintah daerah Flores Timur terus melakukan pendataan terhadap rumah dan bangunan yang terdampak. Hingga laporan terakhir, belum ditemukan adanya korban jiwa akibat kejadian ini. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan guna mengantisipasi dampak lanjutan.

BMKG juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu mengikuti arahan resmi dari instansi terkait.

Langkah mitigasi sederhana seperti menghindari bangunan retak dan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka menjadi hal penting di tengah situasi ini.

Editor : Bayu Shaputra
#gempa Flores Timur #ntt #bmkg