RADARSITUBONDO.ID - Heru Kuswanto, Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Polsek Asembagus, tewas mengenaskan, Minggu lalu (12/4). Pria asal Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah menabrak truk di Jalan Raya Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan.
Kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 07.10 pada KM 207.200 ke arah Surabaya. Saat itu Heru mengemudi sepeda motor Dinas Polri bernopol 34005-41, melaju dari arah Banyuwangi ke Surabaya.
Heru diduga mengemudi sepeda motor dengan kecepatan tinggi hingga berhasil mendahului beberapa kendaraan yang tidak diketahui identitasnya. Begitu di lokasi kejadian, Heru menabrak Truck Box bernopol B 9109 FXU yang sedang berhenti di badan jalan kerena ada buka tutup arus lalu lintas.
Heru yang tidak berhasil mengendalikan laju kendaraan motor langsung menghantam bagian belakang sebelah kiri Kendaraan Truck. Akibatnya, Heru mengalami luka pendarahan pada mulut, pendarahan pada hidung dan telinga, luka bengkak pada mata sebelah kiri dan luka lecet sakaligus memar pada paha sebelah kiri.
“Pengendara motor (Heru) meninggal di tempat. Menurut saya mati di tempat, karena saat saya lihat badan pemotor itu ditutupi daun pisang, darahnya mengalir dari hidung dan telinga. Mungkin karena kepalanya dibenturkan dengan bak motor,” ujar Ujel salah satu saksi.
Warga Desa Seletreng itu menerangkan, saat terjadi kecelakaan sempat terjadi kemacetan, karena banyak orang yang melihat korban. Ditambah jalan memang dalam keadaan buka tutup karena ada pekerjaan jalan.
“Itu kecelakaannya sekitar pukul 7.00 saya merekam orang yang mati di aspal sekitar pukul 7.30,” tutur Ujil.
Kanitlaka Polres Situbondo AKP Hariyanyo mengatakan, dugaan sementara Heru kurang hati-hati saat mendahului kendaraan di depannya. Heru diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga menabrak truk yang sudah berhenti akibat penutupan jalan.
“Menurut beberapa saksi truk sudah berhenti karena ada sistem buk tutup jalan, pemotor melaju kencang mendahului beberapa kendaraan dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraan begitu dekat dengan truk yang sudah berhenti,” tutup Hariyanto. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono