Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pramono Anung Tinjau Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Kelapa Gading, Operasi Digelar Serentak di Jakarta

Bayu Shaputra • Jumat, 17 April 2026 | 15:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau penangkapan ikan sapu-sapu di kawasam Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (ANTARA)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau penangkapan ikan sapu-sapu di kawasam Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (ANTARA)

 

RADARSITUBONDO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turun langsung meninjau kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus pembersihan saluran air di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi dominasi ikan invasif di perairan ibu kota.

Dalam keterangannya di lokasi, Pramono menegaskan bahwa upaya penangkapan ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Kegiatan serupa digelar secara bersamaan di lima kota administrasi di Jakarta sebagai bentuk penanganan terpadu.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata 10 Hari, PBB Minta Hizbullah Taat

“Pelaksanaan serentak di lima kota di Jakarta untuk menangkap ikan sapu-sapu, karena diketahui ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jakarta,” ujar Pramono di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat.

Pria yang akrab disapa Pram itu mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), populasi ikan sapu-sapu saat ini sangat tinggi. Bahkan, diperkirakan lebih dari 60 persen populasi ikan tersebut berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan perairan.

Ikan tersebut diketahui memakan telur ikan lokal, sehingga mengancam kelangsungan spesies asli. Selain itu, aktivitasnya juga berpotensi merusak struktur dinding sungai dan saluran air.

Baca Juga: Pertama di April 2026, Shio Naga Akan Mengalami Titik Balik yang Tidak Terduga!

Pramono juga menyoroti aspek kesehatan yang menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ikan sapu-sapu mengandung residu dalam kadar tertentu yang berbahaya jika dikonsumsi.

“Yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat, saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0,3 kadar residunya. Kalau itu dikonsumsi, akan berbahaya, dan kalau dibiarkan, maka dia akan merusak,” jelas Pramono.

Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan pembersihan menyeluruh terhadap sungai dan saluran air di seluruh wilayah Jakarta. Penangkapan ikan sapu-sapu menjadi salah satu langkah prioritas untuk menekan populasinya sekaligus menjaga kualitas lingkungan perairan.

Upaya ini juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Di Kelapa Gading Barat, Ketua RW 06 Ihsan mengambil inisiatif memberikan insentif kepada warga yang terlibat dalam penangkapan ikan sapu-sapu. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga dalam mendukung program pemerintah.

Baca Juga: Zodiak Hari ini, 17 April: Gemini Harus Berhenti Mengabaikan Tanda yang Sudah Terlalu Jelas

“Saya hanya spontan merespons apa yang Pak Gubernur instruksikan ke wilayah DKI Jakarta, untuk mengendalikan hama ikan sapu-sapu ini. Sebagai imbalan untuk memotivasi di wilayah sini, kita hargain per kilo Rp5.000 dan uang sakunya, khusus untuk wilayah RW 06, begitu,” ungkap Ihsan.

Editor : Bayu Shaputra
#ikan sapu-sapu #jakarta #Pramono Anung