RADARSITUBONDO.ID - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Senin pagi. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.400 meter atau 1,4 kilometer di atas puncak gunung.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 05.53 WIT. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur mengikuti arah angin.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 49,87 detik,” kata dia.
Baca Juga: Aksi Tendangan Kungfu Warnai Laga EPA U20, Nova Arianto Berikan Tanggapan
Berdasarkan laporan yang dihimpun, aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih terus berlangsung hingga saat ini. Gunung api yang berada di Pulau Halmahera tersebut tetap menunjukkan dinamika erupsi secara periodik.
Status Gunung Dukono saat ini berada pada Level II atau Waspada. Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas, meskipun belum berada pada tahap yang lebih tinggi.
Seiring dengan kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga yang tinggal di sekitar gunung maupun wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Baca Juga: Tragis! Adu Banteng di Kalibagor, Pemotor 25 Tahun Tewas Usai Salip Kendaraan
Imbauan ini mencakup larangan untuk mendaki maupun mendekati kawasan kawah guna menghindari potensi bahaya dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Selain itu, abu vulkanik dari letusan Gunung Dukono diketahui terjadi secara berkala. Sebaran abu sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin, sehingga wilayah terdampak dapat berubah sewaktu-waktu.
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk selalu waspada dan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
Editor : Bayu Shaputra