RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Kota Jakarta Timur kembali mengintensifkan penanganan ikan sapu-sapu di wilayah perairan dengan melakukan penangkapan besar-besaran di Waduk Kaja, Ciracas.
Hingga Jumat, total tangkapan telah mencapai sekitar 320 kilogram dan prosesnya masih terus berlangsung.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi waduk.
“Hingga saat ini, sudah tertangkap sekitar 320 kilogram ikan sapu-sapu. Proses ini masih terus berlangsung sambil menunggu air lebih surut agar penangkapan bisa lebih maksimal,” ujarnya saat meninjau langsung kegiatan di lokasi.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak Tiga Kali Sepanjang 2026
Upaya penangkapan dilakukan dengan menurunkan volume air waduk secara perlahan. Cara ini dinilai efektif untuk mempermudah petugas dalam menjangkau ikan sapu-sapu yang selama ini berkembang di dasar perairan. Meski kondisi air belum sepenuhnya surut, hasil yang diperoleh sudah menunjukkan angka signifikan.
Dalam proses tersebut, petugas juga menemukan berbagai jenis ikan lain. Namun, ikan selain sapu-sapu langsung dikembalikan ke waduk guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Keberadaan ikan sapu-sapu sendiri dinilai merugikan karena termasuk spesies invasif yang dapat merusak lingkungan perairan serta mengancam populasi ikan lokal.
Baca Juga: Krisis Chelsea Era Todd Boehly, Lima Pelatih Tumbang dalam Empat Musim
Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu tidak dimanfaatkan, melainkan dimusnahkan melalui prosedur khusus. Ikan-ikan tersebut dikumpulkan, ditimbang, kemudian dimatikan sebelum akhirnya dikubur.
Metode ini merupakan rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian sebagai langkah penanganan yang aman dan terkendali.
Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Ke depan, penangkapan ikan sapu-sapu akan diperluas ke seluruh kecamatan.
Namun untuk tahap awal, kegiatan masih difokuskan di Waduk Kaja yang berada di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas.
Selain mengandalkan petugas, keterlibatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Munjirin mengajak warga untuk turut serta dalam pengendalian ikan sapu-sapu di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak masyarakat yang ingin membantu proses penangkapan ikan sapu-sapu agar bisa dilakukan di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Baca Juga: Manchester City Gusur Arsenal dari Puncak, Persaingan Juara Premier League Memanas
Menurutnya, partisipasi warga sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan. Dengan keterlibatan bersama, upaya pengendalian spesies invasif diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan penangkapan ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam menjaga kualitas ekosistem waduk di Jakarta Timur.
Selain itu, pemerintah setempat turut menggelar program rutin “Jumat Menanam” di kawasan yang sama sebagai bentuk penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan.
Baca Juga: Dampak AI Picu Krisis CPU, Harga Laptop dan PC Diprediksi Naik 30 Persen
Waduk Kaja sendiri merupakan infrastruktur sumber daya air yang baru dibangun dan kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk ini diharapkan berkembang menjadi ruang ekologis yang sehat sekaligus mendukung keseimbangan lingkungan di wilayah sekitarnya.
Editor : Bayu Shaputra