Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Musim Kemarau Mengancam! Pemkab Situbondo Sarankan Petani Tanam Padi Genjah, Panen Lebih Cepat

Ahmad Rifa'ie • Senin, 27 April 2026 | 18:58 WIB
PANEN: Sejumlah petani memanen padi hasil tanamnya di lahan milik mereka di Desa Kapongan, belum lama ini. (Ahmad Rifa
PANEN: Sejumlah petani memanen padi hasil tanamnya di lahan milik mereka di Desa Kapongan, belum lama ini. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) menyarankan petani menanam bibit padi jenis genjah saat musim kemarau. Pasalnya, varietas ini memiliki masa panen yang relatif cepat dan tidak terlalu bergantung pada air hujan.

Bibit padi genjah berumur pendek sehingga menjadi solusi untuk tetap menanam padi di musim kemarau. Selain memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kekurangan air, varietas ini juga lebih bisa diandalkan saat kondisi kering.

“Langkah ini menjadi strategi untuk memastikan produktivitas padi di Situbondo tetap terjaga, sehingga petani tetap bisa memperoleh hasil panen maksimal meski di tengah musim kemarau,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Qurtaul Aini.

Menurutnya, penggunaan bibit padi genjah tidak hanya mempercepat masa panen, tetapi juga mengurangi risiko gagal panen akibat terbatasnya suplai air. Oleh karena itu, varietas ini dinilai sangat cocok ditanam pada musim kemarau panjang. “Penggunaan bibit padi genjah dapat membantu petani mendapatkan hasil panen yang optimal meski menghadapi keterbatasan air,” tambahnya.

Tutuk, sapaannya, juga menyampaikan bahwa pada musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini, petani diminta mengoptimalkan pemanfaatan air irigasi, baik dari sumber air dangkal maupun sumber lainnya. Hal ini penting agar swasembada pangan tetap terjaga, mengingat potensi gagal panen meningkat akibat debit air yang menurun.

“Beberapa varietas padi genjah yang tahan terhadap kekurangan air antara lain Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, dan Cakrabuana,” paparnya.

Tutuk menambahkan, produksi padi di Situbondo sepanjang tahun 2025 mencapai 321.723 ton dari luas lahan 65.151 hektare. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar 241.266 ton, dengan surplus sekitar 80 ribu ton. “Pencapaian ini menjadi bukti keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai program prioritas, sekaligus mendukung visi pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #musim tanam padi #Pemkab Situbondo