RADARSITUBONDO.ID - Satpolairud Polres Situbondo berhasil meminimalisir konflik antar nelayan di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Metode pendekatan untuk mendamaikan nelayan selerek dan gardan cukup unik. Yaitu dikemas lewat arisan domino sejak awal tahun 2025 silam.
Dulu, perairan Panarukan jadi arena rebutan dua kelompok nelayan dengan alat tangkap berbeda. Pertama, nelayan gardan yang menggunakan jaring tenggelam. Aturannya jelas, jaring gardan hanya boleh dipasang di tengah laut, minimal dua mil dari bibir pantai. Namun nelayan gardan sering dituding memasuki area nelayan selerek.
“Kadang-kadang nelayan gardan memasang jaring di pinggir. Itu kelihatan oleh nelayan selerek sehingga terjadi konflik di tengah laut,” ujar Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, Rabu (29/4).
Kata dia, jaring gardan yang menyentuh dasar sering merusak rumpon milik nelayan selerek. Itulah yang membuat terjadinya adu mulut di tengah laut dan tidak jarang berlanjut ke darat hingga menempuh jalur hukum. “Kalau nelayan tengkar ya adu mulut kadang sampai adu fisik, juga melibatkan kelompok,” katanya.
Dua kelompok tersbut tinggal di dusun berbeda. Dusun Semangkaan, Desa Kilensari, mayoritas nelayan gardan. Sementara Dusun Pesisir, Desa Kilensari, dihuni komunitas nelayan selerek. Dua dusun itulah yang sering konflik berebut wilayah tangkap.
“Tugas kami kan di laut begitu dapat laporan ada nelayan konflik anggota kami pasti langsung bergerak dan meminta nelayan untuk menyelesaiakan secara kekeluargaan,” tutur AKP Gede.
Untuk mengurangi konflik dua dusun, Satpoliarud mencoba merangkul semua nelayan dengan membuat arisan. Agar tidak membosankan, dikemas dengang lomba domino. Sistemnya, semua nelayan wajib datang tiap bulan. Itu dilaksanakan sejak awal tahun 2025 dan berlangsung hingga saat ini.
“Adanya lomba itu ternyata efektif untuk meredam nelayan yang selalu konflik. Dengan adanya lomba main domino, antar nelayan harus gabung menjadi satu meja dan dilakukan anjang sana,” ujar Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiayasa.
Setiap lomba domino dijaga ketat anggota Satpolairud. Polisi juga memasang baliho imbauan agar permainan domino tidak digunakan sebagai ajang judi. Uniknya, polisi ikut bergabung main bersama nelayan.
“Arisan ini sangat besar manfaatnya. Sosialisasi bisa dilakukan lebih mudah. Setiap ada imbauan tinggal disampaikan. Semua jadi serba gampang karena polisi dan nelayan sudah sering berjumpa,” kata AKP Gede.
Kasatpolairud juga menyisipkan hadiah perlengkapan melaut. Pelampung gratis tak dibagikan percuma, tetapi dijadikan hadiah yang diperebutkan nelayan.
“Sebelumnya kami turun ke laut bagikan hadiah pada sejumlah nelayan, sekarang hadiah diberikan pada nelayan yang menang lomba,” tutup Gede. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono