RADARSITUBONDO.ID - Tak pernah ada riwayat melahirkan kembar di keluarganya. Suaminya pun demikian. Tapi Indri Zainab warga Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, justru dianugerahi kelahiran tiga bayi sekaligus di kehamilan keduanya.
Ina, Ana, Una, begitu panggilan untuk anak yang dilahirkan Indri Zainab. Nama lengkapnya Nurul Mukhsina, Nur Hasanah, dan Nur Husna. Tiga balita perempuan yang kini berusia enam bulan itu lahir lewat operasi sesar di RSUD Situbondo. Gratis, berkat program Brantas.
“Alhamdulillah sesar pakai program Brantas tanpa bayar sepeserpun,” ucap Indri, pada Jurnalis jawa Pos Radar Situbondo, Jumat (1/5)
Jarak kelahiran anak keduanya dengan anak pertamanya mencapai sembilan tahun. Sengaja dibuat jauh kerena Indri sudah tidak memiliki orang tua. Bahkan dia juga jauh dari pantauan mertuanya.
“Kalau anak pertama saya cowok, sekarang sudah kelas 3 SD. Jaraknya emang dibuat jauh agar tidak terasa capek. Soalnya saya sudah tidak punya orang tua, juga jauh dari mertua,” ucap ibu 29 tahun itu.
Indri menceritakan kisahnya saat hamil kedua. Tidak terbesit sedikitpun dalam pikirannya bahwa titipan berharga dari Tuhan langsung diberi tiga buah hati. Sebab saat hamil di usia lima bulan bawaannya biasa saja. Hanya saja mendadak tidak doyan daging. “Kala itu hanya ngidam sayuran dan buah,” kenangnya.
Kejutan datang saat melakukan USG (Ultrasonografi). Dokter yang memeriksa mengabarkan jika janin dalam kandungan ada dua. Namun tenaga medis yang menyampaiakn ada keraguan. Sebab selain dua janin yang terlihat masih ada yang menonjol, entah bayi atau bukan. “USG ketiga baru diketahui kalau bayi dalam kandungan ada tiga,” tutur Indri.
Mendapat kepastian tersebut, Indri merasa kaget. Sebab orang hamil kembar rata-rata hanya dua. Sejak tahu bayi dalam kandungan ada tiga, doanya tak pernah putus siang maupun malam. Harapannya tiga bayi dalam kandungan bisa selamat.
“Tuhan seakan kasihan ke saya. Biasanya masa melahirkan 40 minggu, saya lahiran dalam usia kandungan masih 35 minggu. Tapi operasi,” katanya.
Tiga bayi yang kini sudah berusia enam bulan tumbuh sehat dan sempurna. Tentu biaya hidupnya bertambah dua kali lipat. Susu, pempers, dan segala kebutuhan bayi cukup banyak. Sedangkan sang suami, syaiful bahri, 33, bekerja sebagai juru parkir.
Beruntung ketiga bayi masih mau diberi asi, dan susu hanya sampingan. “Kalau secara akal tidak cukup. Untuk bertahan hidup maka mencari pekerjaan sampingan. Dengan cara bantu memasak milik saudara,” kata Indri, sambal tertawa.
Sang suami kini sedang menyiapkan gerobak. Harapannya agar bisa mencari biaya sampingan. Setidaknya, sang suami bekerja di luar sedangkan tugas ibu rumah tangga menjaga dagangan di dekat rumah sambil menjaga anak.
“Nanti suami saya bakal bikin gerobak untuk jualan apapun yang sekiranya bisa laku. Setidaknya ada usaha sampingan.” Ucap Indri.
Dia mengaku, bahwa lahirnya anak bayi kembar tersebut berbarengan dengan rejekinya. Terbukti, Bupati Situbondo Yusuf Rio Praoyogo berkunjung hanya untuk melihat bayi kembar.
Selain itu juga memberi sumbangan uang tunai untuk dibelikan susu untuk si kembar.
“Beliau juga ngasih uang tunai untuk membantu beli susu anak saya. Saya juga bersyukur tiga bayi saya juga sudah dipegang kiai kholil dan didoakan,” tutup Indri. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono