RADARSITUBONDO.ID – Tiga rumah milik Didik Sugianto, 63, Sutrisno, 62, dan Sapi’i, 62 di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, dilalap si jago merah pada Senin (4/5). Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 207 juta.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Api yang berasal dari satu rumah kemudian merambat ke dua rumah di sekitarnya. “Kebakaran pertama terjadi di rumah Didik Sugianto (63). Karena tiupan angin cukup kencang, api dengan cepat merambat ke rumah milik Sutrisno (62) dan Sapi’i (62),” kata Puriyono.
Dia menjelaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara berasal dari korsleting listrik. “Diduga akibat korsleting listrik. Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujarnya.
Kata Puriyono, akibat kebakaran tersebut, tiga rumah mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 207 juta. Rinciannya, rumah milik Didik Sugianto mengalami kerusakan total dengan nilai sekitar Rp 35 juta, ditambah uang tunai di dalam rumah sebesar Rp 160 juta. “Sementara itu, rumah milik Sutrisno mengalami kerusakan sedang dengan kerugian sekitar Rp 8 juta, dan rumah milik Sapi’i mengalami kerusakan ringan sekitar Rp 4 juta,” jelasnya.
Puriyono menambahkan, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka. Hal itu karena para pemilik rumah sedang berada di luar. “Beruntung tidak ada korban. Saat ini kami sedang mengkaji kebutuhan korban pascakebakaran untuk penyaluran bantuan,” tambahnya.
Sementara itu, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Situbondo, Subariyanto, menyebutkan bahwa terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang terdampak dalam peristiwa tersebut. “Informasinya akibat korsleting listrik. Tiga KK terdampak, satu rumah rusak berat, satu rusak sebagian, dan satu lainnya hanya mengalami kerusakan pada bagian luar,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono