Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sosok H. Huda, Bos Tambang Dermawan: Santuni Ratusan Janda dan Bangun Fasilitas Warga!

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:32 WIB
Solehudin, ST, Pengusaha Tambang di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng
Solehudin, ST, Pengusaha Tambang di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng

RADARSITUBONDO.ID - Solehudin atau yang akrab disapa H. Huda, pemilik tambang di Desa Curahsuri, Kecamatan Jatibanteng, sangat peduli dengan lingkungan sekitar.  Terbukti, jalan terdampak tambang rutin diperbaiki setiap hari. Warga sekitar juga diberi beras setiap satu bulan sekali. Lebih dari itu, ratusan janda juga disuplai beras setiap bulan.

H. Huda memulai usaha tambang sejak tahun 2019 silam. Kini, izin usaha tambang yang fokus dengan sirtu dan andisit tersebut sudah memiliki izin lengkap. Bahkan sudah memasuki masa perpanjangan pertama.

“Tidak terasa sudah enam tahun saya mengelola tambang. Kini dampaknya sudah bisa dirasakan oleh warga sekitar tambang,” ungkap H. Huda, pada jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, Selasa (5/5).

Dari total sepuluh hektare lahan tambang yang dikelola, sebagian sudah diserahkan kembali kepada warga. Lahan itu kini ditanami dan sebagian dibangun rumah. Prinsipnya jelas, tambang tidak boleh hanya mengeruk, tapi juga menghidupkan.

“PT. Sarana Bangun Nirwana ini kan bukan sekadar legalitas. Sarana artinya media, bangun ya membangun, Nirwana itu akhirat. Jadi ini media untuk menuju akhirat,” cetusnya.

Dampak positif tambang yang dikelola PT Sarana Bangun Nirwana bagi warga Desa Curahsuri mampu dirasakan tiap bulan. Sebab, H Huda menyalurkan CSR berupa sembako dan penerangan jalan. Selanjutnya juga akan dibuatkan tandon air agar warga sekitar tambang tidak kebingungan air bersih. Ini mengingat jika sudah memasuki musim kemarau sumur milik warga mengering.

Solehudin atau yang akrab disapa H. Huda, pemilik tambang di Desa Curahsuri, Kecamatan Jatibanteng, sangat peduli dengan lingkungan sekitar.  Terbukti, jalan terdampak tambang rutin diperbaiki setiap hari.
Solehudin atau yang akrab disapa H. Huda, pemilik tambang di Desa Curahsuri, Kecamatan Jatibanteng, sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Terbukti, jalan terdampak tambang rutin diperbaiki setiap hari.

”Kalau sumur bor sudah ada, nanti tinggal bikin tandon agar air bisa mengalir ke rumah-rumah warga. Dalam bulan ini isyaallah sudah rampung,”tegas Huda.

Untuk jalan yang dilalui truk tambang juga tidak luput dari perbaikan. Penambalan jalan berlubang dilakukan setiap hari. Jalan berlubang ditambal menggunakan aspal, sehingga cukup kuat. Setidaknya jalan tidak membahayakan bagi pengendara umum.

“Karyawan kami tiap hari menambal lubang dari jalan Desa Jatibanteng hingga  Desa Besuki. Material lengkap, berupa split, abu batu, 05, hingga karmiling atau bongkaran aspal lama sudah ada, kami juga beli aspal puluhan drum,” ucapnya.

Lebih dari itu, H Huda juga memberi sumbangan kepada masjid-masjid. Tak tanggung-tanggung masjid diberi Rp 1 juta perbulan.  Khusus masjid yang dalam kondisi direhab, diberi Rp 3 juta perbulan hingga proses perbaikan selesai.

“Masjid di dekat area tambang mendapat bantuan Rp 1 juta perbulan. Untuk masjid yang baru direhab hingga selesai, bantuannya Rp 3 juta,” tutur Huda.

 Yang paling konsisten adalah bantuan untuk janda tua di lingkungan usaha dan sekitar rumah. Setiap bulan, hampir 200 janda menerima lima kg beras. Total beras yang disalurkan mencapai 1,5 ton per bulan. 

“Bagi saya itu zakat. Kewajiban umat muslim. Kalau manusia tidak mengeluarkan sebagian harta, seperti orang makan tanpa buang air. Bakal sakit perut. Agar sehat, keluarkan sebagian harta yang kita dapatkan,” tutup H. Huda.

Mustadianto, 60, warga yang memiliki rumah di utara tambang Curah Suri, mengakui dirinya tidak bekerja di tambang. Sebab sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Namun dia sangat bersyukur dengan keberadaan tambang milk H. Huda.

“Mas Haji itu baik hati, ini warga sekitar termasuk saya ya dapat beras tiap bulan 5 kilo. Ini sudah banyak, lain bantuan yang lainnya seperti penerangan. Kami yang sulit air bersih juga diusahakan untuk dibangunkan tandon air,” tutup Mustadiyanto. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #avj award 2026 #tambang #pengusaha