RADARSITUBONDO.ID – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Situbondo melepas sebanyak 993 calon jamaah haji (CJH), Kamis (7/5). Dari total jamaah tersebut, sebanyak 171 jemaah lanjut usia (lansia) mendapatkan perlakuan khusus melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kelompok terbang (kloter).
Meski para calon jemaah haji lansia telah didampingi keluarga, PPIH kloter tetap memberikan pelayanan khusus agar para jamaah memperoleh pendampingan terbaik selama menjalankan ibadah haji. Layanan tersebut diberikan mengingat keterbatasan pergerakan dan kondisi kesehatan jamaah lansia.
“Sebetulnya jamaah haji yang sudah berusia lanjut telah mendapatkan pendamping dari keluarga. Namun, dari PPIH tetap memberikan perlakuan khusus bagi mereka, selain karena pergerakan yang terbatas juga terkait kondisi kesehatannya,” kata Kepala Kementerian Haji dan Umrah Situbondo, Rif’an Junaidi.
Menurut dia, berdasarkan data yang ada, calon jemaah haji termuda asal Situbondo adalah Afif Farhan Fatwa, usia 13 tahun, warga Desa Tokelan, Kecamatan Panji. Sedangkan jamaah tertua adalah Artini Suardi, usia 85 tahun, warga Desa Pesisir, Kecamatan Besuki.
“Jumlah 993 jamaah itu sudah termasuk tiga Petugas Haji Daerah (PHD) dan 10 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter,” tambahnya.
Rif’an menjelaskan, jumlah jemaah calon haji Situbondo semula lebih banyak. Namun, lima orang gagal berangkat dengan rincian tiga orang menunda keberangkatan karena sakit, satu orang meninggal dunia, dan satu orang mengundurkan diri karena mendampingi suaminya yang sakit.
“Seluruh jemaah yang berangkat telah melalui tahapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga manasik haji. Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur,” jelasnya.
Ratusan jemaah calon haji asal Situbondo tersebut nantinya terbagi dalam empat kelompok terbang, yakni Kloter 87, 88, 89, dan 90. Pembagian kloter dilakukan untuk memudahkan proses pemberangkatan serta pelayanan selama perjalanan menuju embarkasi hingga ke Tanah Suci.
Untuk mendukung kelancaran transportasi, panitia telah menyiapkan sebanyak 26 armada bus dan truk pengangkut koper jamaah yang akan digunakan untuk mengantar jemaah menuju embarkasi sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. “Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, jamaah calon haji asal Kabupaten Situbondo akan diberangkatkan menuju Makkah pada 14 Mei 2026. Sementara proses penjemputan jemaah haji setelah selesai menunaikan ibadah dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 24 Juni 2026,” ungkap Rif’an.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengingatkan para jamaah calon haji agar menjaga kesehatan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo, kami menyampaikan rasa syukur dan bahagia sekaligus mengucapkan selamat kepada bapak dan ibu jamaah calon haji. Semoga perjalanan ibadah yang akan ditempuh senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dari Allah,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Kementerian Haji dan Umrah juga berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga kesehatan selama di Tanah Suci, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan menjadi haji yang mabrur. “Pemkab Situbondo memfasilitasi sebanyak 26 bus, termasuk bus cadangan, untuk memberangkatkan jemaah calon haji menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono