Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jelang Idul Adha, Pedagang Kambing di Situbondo Buka Jasa Titip, Dijamin Tetap Gemuk Saat Kurban

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:50 WIB
KAMBING SUPER: Wasil, 27, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, sibuk memberi pakan kambing, Jumat (8/5). (HUMAIDI/JPRS)
KAMBING SUPER: Wasil, 27, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, sibuk memberi pakan kambing, Jumat (8/5). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Ali Wasil, 27, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, memiliki cara unik dalam berdagang kambing. Yaitu setiap pembeli bisa menitipkan kambing hingga hari raya kurban. Cara tersebut efektif membuat pelanggan tertarik.

Pria yang akrab disapa Wasil mengatakan, tidak memiliki pekerjaan lain kecuali berdagang kambing. hingga saat ini sudah berlangsung lima tahun berturut-turut. Itu membuatnya pengalaman dengan cara memelihara kambing yang baik.

“Saya berdagang kambing sudah lima tahun, sudah paham cara-cara memelihara kambing hingga jadi gemuk,” ujar Wasil, saat ditemui di kandang kambingnya, Jumat (8/5).

Kata dia, menjelang hari raya kurban pembelian kambing naik dua kali lipat dibanding dengan hari-hari biasa. Terbukti dari belasan kambing kambing peliharannya hanya sisa tiga ekor yang belum laku.

“Memasuki Hari raya kurban tinggal dua bulan yang beli kambing ke saya sudah banyak. Ini dari belasan ekor kambing hanya tinggal 3 ekor yang belum laku,” imbuh Wasil.

Kata dia, orang membeli kambing untuk dijadikan kurban, rata-rata tidak paham cara memelihara. Apalagi yang kerja kantoran. Begitu beli kambing lalu waktu penyembelihannya masih lama kambing yang dibeli dalam kondisi gemuk bisa kurus.

“Kalau beli kambing mau disembeli dua pekan setelah pembelian, jika kurang pakannya kambing bakal kurus. Kambing harus teratur cara ngasi pakannya agar dagingnya tidak berkurang. Apalagi hanya dikasi rumput saja,” ujar Wasil.

Untuk membantu pembeli, dia mencoba untuk membuka kandang penitipan. Yaitu setiap pembeli bisa menitipkan kambing dan dijemput pada saat hari H. Setidaknya pembeli bisa lebih tenang dan tidak direpotkan dengan memberi pakan kambing.

“Ini yang beli ke saya rata-rata sudah bulan lalu. Nanti bakal diambil pas hari raya kurban. Pembeli tetap terima gemuk, bahkan bisa lebih gemuk lagi,” katanya.

Dia mengaku tidak rugi dengan sistem menerima jasa penitipan kambing. Yang terpenting kambingnya laku dan dia bisa mendapat keuntungan.

“Saya makin semangat kalau kambing ya saya pelihara sudah laku semua. Saya tinggal merawat dengan baik agar pelanggan tidak kecewa. Karena kambing yang sudah dibeli masih dititipkan, untungnya tipis. Tapi tidak masalah, untung dikit tapi lancar,” tutup Wasil. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#idul adha #kambing