RADARSITUBONDO.ID – Abdul Kadir, salah satu petani di Kecamatan Situbondo, mulai mencoba memanfaatkan pupuk organik berbahan fermentasi limbah dapur untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman padi miliknya. Pupuk organik tersebut digunakan sejak masa awal tanam hingga menjelang panen.
Kadir mengaku tertarik mencoba metode tersebut setelah melihat hasil tanaman padi milik tetangganya yang menggunakan ramuan nutrisi berbahan limbah sayur dan mampu meningkatkan hasil panen.
“Saya ingin membuktikan sendiri dari mulai tanam hingga hasil panennya. Ternyata memang ada perkembangan yang terlihat. Anakan padi lebih banyak dan daunnya lebih hijau,” ujar Kadir.
Menurut dia, penggunaan nutrisi pupuk organik itu berpotensi meningkatkan hasil panen padi di lahan seluas setengah hektare miliknya. “Terbukti anakan padi yang tumbuh terlihat lebih banyak dibanding musim tanam sebelumnya,” imbuhnya.
Kadir mengaku semakin yakin setelah melihat perkembangan tanaman padinya saat ini. Sebab, pada musim panen sebelumnya kondisi tanaman tidak sebagus sekarang.
“Saya yakin hasil panen kali ini lebih banyak, karena anakan padinya jauh lebih banyak dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Situbondo, Eko Mainal, mengungkapkan bahwa penggunaan pupuk berbahan limbah dapur oleh petani di wilayah Kecamatan Situbondo masih sekitar 20 persen dan belum banyak diterapkan.
Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman yang menggunakan nutrisi organik berbahan limbah dapur menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. “Pertumbuhan anakan padinya lebih banyak dan daunnya lebih hijau. Itu yang membedakan dan kemungkinan tanaman menjadi lebih subur,” ujarnya.
Menurut Eko, mayoritas petani di wilayah perkotaan masih bergantung pada pupuk kimia dan belum sepenuhnya mandiri dalam memanfaatkan bahan organik untuk pertanian. Karena itu, ia berharap semakin banyak petani yang beralih menggunakan pupuk organik apabila hasilnya terbukti lebih baik.
“Harus memulihkan dulu unsur organik tanah sehingga struktur dan fisik tanah bisa kembali lebih baik,” tambahnya.
Eko menjelaskan, pupuk dari limbah dapur tidak hanya bersifat organik, tetapi juga menambah populasi mikroba yang bekerja di dalam tanah sehingga membantu memperbaiki kondisi fisik dan biologis tanah. “Kalau menggunakan pupuk kimia terus-menerus, itu meninggalkan residu yang kurang baik bagi tanah,” jelasnya.
Eko berharap ke depan muncul komunitas yang mampu mengelola limbah dapur organik menjadi pupuk tanaman. Selain bernilai ekonomis, cara tersebut juga dinilai lebih aman dan dapat mendukung pertanian ramah lingkungan. “Mudah-mudahan nanti semakin banyak yang menggunakan pupuk organik dan terus berkembang untuk mendukung pertanian ramah lingkungan,” Jelasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono