RADARSITUBONDO.ID – Meski sudah memiliki jabatan, Hj. Parsia Pungkaswati, SKep. Ners, MM memilih keluar sebagai pegawai negeri sipil pada 2024. Dia memutuskan fokus mengelola sejumlah usaha yang lama ditekuni. Kini dia bisa konsentrasi membesarkan bidang-bidang usahanya di dunia pariwisata, olah raga, peternakan, pertanian hingga kuliner.
Dunia usaha yang dibangun oleh perempuan yang akrab dipanggil Sasa tersebut memang tidak terwujud dalam waktu semalam. Bersama sang suami, Imam Hidayat, Sasa memulai semuanya sejak penghujung dekade 90 an. “Waktu itu saya dan suami, sepulang kerja sebagai PNS, sore hari buka praktik, dari sinilah beberapa tahun kemudian akhirnya muncul inisiatif untuk membuka klinik yang kemudian menjadi Rumah Sakit Mitra Sehat,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Kamis (07/05).
Saat memulai merintis usaha, Sasa juga membangun rumah kost. Dia memilih tempat strategis di sekitar RS Abdoer Rahem. Waktu terus berjalan, saat ini sudah ada rumah kost di sejumlah titik strategis di Kota Situbondo. Selain rumah kost dan rumah sakit, Sasa kini juga mengelola bisnis cafe, peternakan ayam potong, lele, kebun buah naga dan pisang hingga lapangan mini soccer dan resort.
“Saya mengalir saja dalam menjalani semua ini, meskipun saya itu banyak yang dipikirkan karena banyak yang harus diurusi, saya ikhlas saja dijalani. Capek punya banyak anak buah, tapi bahagia karena bisa memberi pekerjaan untuk kehidupan keluarganya. Saat ini total pekerja yang ada sudah 400 orang,” papar Sasa.
Sasa mengakui dirinya bukanlah bukan orang pemberani. Selalu memulai usaha dari kecil. Dia mencontohkan usaha resortnya awalnya hanya satu rumah yang sebenarnya untuk kepentingan pribadi. Namun, kemudian disewa orang, ramai, dan selalu penuh. Akhirnya ditambah hingga mencapai 22 kamar. “Kalau peternakan awalnya seratus ekor ayam, belajar ke orang, belajar di medsos, sekarang sudah dua kandang dua lantai, populasinya 90 ribu ekor,” ungkapnya.
Ditanya resep kesuksesan mengelola usaha, Sasa menjawab saah satunya adalah kemampuan menangkap peluang. Menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kecendrungan masyarakat. Dia mencontohkan saat mendirikan lapangan mini soccer, itu karena melihat kecendrungan anak muda untuk berolah raga. “Penghasilan saya putar lagi, tidak saya tabung. Saya memilih investasi karena kalau tepat bagus,” ungkapnya.
Satu hal lagi kebiasaan Sasa yang dianggapnya juga banyak membantu kesuksesan. Yakni, bangun pagi sebelum subuh. “Ya ngaji Alquran, dari sanalah biasanya inisiatif (usaha) muncul. Saya juga berusaha displin, mendatangi undangan sebelum acara dimulai,” imbuhnya.
Sasa mengakui passion dirinya ada di dunia kesehatan. Namun, saat dirinya masuk ke dunia usaha, dia juga menemukan jiwa dirinya. Sebab itulah, dia mengaku tidak pernah menyesal keluar sebagai PNS meski saat itu sudah memiliki kepangkatan 3C. “Saya malah tambah yakin passion saya memang di dunia usaha, karena anak saya juga mendorong agar lebih konsentrasi di dunia usaha saja,” ungkapnya.
Sasa menyadari, ketika usahanya mulai berkembang sangat susah bagi dirinya membagi waktu. Karena di saat yang bersamaan dirinya tetap harus konsentrasi di rumah sebagai seorang ibu bagi empat anaknya, juga sebagai tenaga kesehatan yang berstatus PNS. “Saya mulai jenuh itu lima tahun sebelum mengajukan pensiun, karena kalau dipaksakan lama kelamaan kan kewalahan juga, akhirnya mengajukan pensiun dini fokus di dunia usaha,” tegasnya.
Sasa menceritakan, Jiwa berwira usaha sudah terbentuk sejak kecil. Sejak kelas 2 SD dirinya sudah senang berwirausaha. Menjual buah hasil pertanian orang tuanya. Demikian juga saat SMP, sekali waktu Sasa membeli camilan untuk dijual lagi. Saat kuliah di Surabaya. dirinya aktif di kegiatan mahasiswa, terbiasa di seksi konsumsi, diberi kepercayaan mengelola dana. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono