RADARSITUBONDO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menyebut pendistribusian air bersih bagi warga terdampak kekeringan musim kemarau akan dimulai pada akhir bulan ini. Namun hingga saat ini, belum ada permintaan distribusi air bersih dari wilayah yang biasa mengalami kekeringan.
Meski demikian, BPBD memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dan siap menyalurkan bantuan air bersih sewaktu-waktu apabila ada permintaan dari desa terdampak.
“Hingga saat ini belum ada permintaan. Tetapi BPBD sudah siap menyalurkan air bersih mulai akhir Mei ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, Senin (11/5).
Timbul menjelaskan, masih turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab wilayah rawan kekeringan masih memiliki cadangan air, sehingga belum membutuhkan distribusi air bersih.
Namun, BPBD hanya tinggal menunggu laporan atau permintaan dari daerah yang mengalami kekeringan ekstrem untuk dilakukan penyaluran bantuan. “Kalau kekeringan total sepertinya belum terjadi, tetapi kami sudah siap,” tambahnya.
Adapun wilayah yang rawan mengalami kekeringan meliputi Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, dengan tiga titik. Kemudian Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, sebanyak dua titik. Selanjutnya Desa Kumbangsari, Kecamatan Jatibanteng, satu titik, serta Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, dua titik.
Sementara itu, Desa Plalangan dan Desa Tlogosari di Kecamatan Sumbermalang masing-masing terdapat satu titik rawan kekeringan.
“Ada 10 titik yang tersebar di enam desa dan lima kecamatan. Itu yang menjadi fokus kami,” jelasnya.
Timbul mengatakan, penyaluran air bersih pada musim kemarau tahun ini masih mengacu pada data kebutuhan tahun sebelumnya, baik jumlah lokasi maupun kebutuhan air bersih di masing-masing wilayah. “Untuk kebutuhan air maupun jumlah lokasi masih mengacu pada data tahun lalu,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga mengantisipasi kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang tahun ini berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), karena menurut prediksi BMKG, musim kemarau berpotensi berlangsung hingga akhir tahun sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi sejak dini. “Prediksi secara nasional, musim kemarau tahun ini lebih panjang, oleh arena itu, kami sudah siap menghadapi musim kemarau, termasuk untuk pendistribusian air bersih,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono