Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi, Situbondo Dinilai Layak Punya Sekolah Rakyat

Ahmad Rifa'ie • Senin, 11 Mei 2026 | 20:33 WIB
RENCANA AWAL: Lahan dan bangunan ini sebelumnya direncanakan untuk program Sekolah Rakyat (SR). (Ahmad Rifa
RENCANA AWAL: Lahan dan bangunan ini sebelumnya direncanakan untuk program Sekolah Rakyat (SR). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Situbondo menilai Kabupaten Situbondo layak memiliki Sekolah Rakyat (SR). Pasalnya, program tersebut menjadi salah satu upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Kabupaten Situbondo masih masuk dalam kategori daerah dengan angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Situbondo, Viskanto Adi Prabowo menerangkan, SR bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan pengentasan kemiskinan. Sasaran utamanya adalah masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat miskin ekstrem pada desil satu hingga desil empat.

“Kalau di Situbondo dilihat dari DTSEN masih lumayan banyak. Untuk desil satu saja angkanya sekitar 70 ribuan,” katanya.

Viskanto menambahkan, meski data DTSEN masih terus dilakukan pemutakhiran dan tidak selalu sama dengan kondisi riil di lapangan, angka kemiskinan ekstrem di Situbondo masih tergolong tinggi. Karena itu, program pengentasan kemiskinan seperti Sekolah Rakyat dinilai sangat diperlukan. “Itu belum termasuk desil dua, tiga, dan empat. Kalau dilihat dari data tersebut, Situbondo termasuk layak memiliki SR,” tambahnya.

Menurut Viskanto, program pemerintah pusat itu tidak hanya melihat data kemiskinan, tetapi juga kesiapan serta keinginan masyarakat. Sebab, kemungkinan masih ada masyarakat yang enggan menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat karena faktor budaya maupun pilihan pendidikan lainnya.

“Tentu tidak mudah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar anaknya bisa disekolahkan di SR,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, setiap masyarakat memiliki latar belakang dan keinginan berbeda-beda. Ada yang memilih menyekolahkan anaknya di madrasah, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan lainnya. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat Sekolah Rakyat.

“Kami dengan sumber daya yang ada tentu akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa membuka hati dan pikirannya bahwa Sekolah Rakyat ini tidak lain untuk menghapus kemiskinan,” jelasnya.

Viskanto berharap program Sekolah Rakyat di Situbondo bisa segera terealisasi sehingga mampu membantu menekan angka kemiskinan ekstrem. Namun, kewenangan pelaksanaan program tersebut tetap berada di pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya mendukung sarana dan kebutuhan yang diperlukan. “Kami berharap SR di Situbondo ini bisa segera terealisasi,” ucapnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #sekolah rakyat