RADARSITUBONDO.ID - Sri Wulandari, warga perumahan Kampung Krajan, Desa/Kecamatan Banyuglugur, harus menjalani rawat inap di Puskesmas Banyuglugur, Minggu (17/5). Sebab perempuan 31 tahun itu dihajar oleh pemandu lagu atau LC (Lady Companion), Sabtu lalu (16/5). Diduga kuat RTN, 33, warga Kabupaten Malang, yang ngekos di dekat rumah korban sedang mabuk berat.
Sri mengatakan, sekitar pukul 3.00 dini hari ada yang teriak-teriak di halaman rumahnya. Mendengar ada orang yang berisik dia langsung keluar rumah. Ternyata orang yang teriak-teriak adalah RTN yang meminta agar mobil milik Sri dipindah.
“Saya punya mobil diparkir di halaman rumah. Mobil lain kalau mau lewat masih bisa. Pas itu teriak-teriak tidak jelas, akhirnya cekcok mulut. Terus dia (RTN) menjambak dan menganiaya saya,” ujar Sri.
Dia mengaku, perempuan luar kota yang ngekos di dekat rumahnya diduga dalam keadaan mabuk. Terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain menjelang salat Subuh. Akibat serangan brutal tersebut, Sri harus menjalani rawat inap di Puskesmas Banyuglugur.
“Saya ini dicakar, dada dipukul sampe sesak nafas. Saya dua hari harus opname di puskesmas,” tutur Sri.
Dikatakan, kejadian yang menimpa dirinya sudah dilaporkan ke kantor Polsek Banyuglugur. Dia meminta agar polisi bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah menganiayanya.
“Saya sudah laporkan pelaku ke polisi. Harapan ya semoga cepat dilakukan pemeriksaan, kalau perlu pelaku langsung ditangkap karena sudah melukai saya. Bukti laporannya sudah ada kok,” tegas Sri.
Ibu rumah tangga tersebut menceritakan, bahwa kos kosan di dekat rumahnya terlalu bebas. Apalagi ada sejumlah LC yang ngekos. Itu membuat situasi di area kosan tidak kondusif, karena perempuan keluar masuk malam.
“perumahan dikontrakkan ke LC, padahal lc itu sudah ada tempatnya di Marisa, Nirwana, malah ngekos di lingkungan warga,” ucap Sri. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono