RADARSITUBONDO.ID - Kondisi jalan pantura di Kecamatan Suboh yang dijadikan Exit Tol Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi (Prosiwangi), sudah mulus. Keindahan jalan tersebut dibuat kesempatan oleh pemuda untuk melakukan aksi balapan liar. Bahkan sejumlah pedagang membuka lapak di pinggir jalan hingga banyak orang yang nongkrong.
Setiap malam hari, area exit tol Prosiwangi selalu dipatadi pengunjung untuk nongkrong di pinggir jalan. Apalagi, di tempat tersebut sudah banyak pedagang yang membuka lapak.
"Setiap malam banyak orang ngopi di area tol, ada yang jualan minuman dan makanan ringan, kecuali hujan malam hari baru tidak ada yang jualan," ungkap Makmun, salah satu warga Desa Demung, Kecamatan Panarukan, Minggu (24/5).
Begitu tengah malam, suasana jalan berubah menjadi lokasi balap liar. Itulah yang cukup meresahkan bahkan membahayakan pengunjung dan pengendara lain.
"Setiap malam Sabtu dan Minggu pasti ada anak-anak muda yang balap liar, istilahnya roda gila. Biasanya pukul 23.00. Kalau malam Sabtu dan Minggu orang-orang ngopi kadang pulang pukul 02.00 dini hari," jelasnya.
Dia menegaskan, anggota polsek setempat sudah ada yang bergerak. Namun para pemuda yang melakukan balapan liar lebih pintar mencuri momen untuk melakukan aksi yang berbahaya. Bahkan anggota Satlantas Polres Situbonod juga turun tangan melakukan penertiban memberi imbauan.
“Jumat lalu (22/5) polisi datang memberi imbauan agar tidak ada balapan liar. Kalau ada bisa langsung dilaporkan. Parkir liar di area exit tol juga ditertibkan,” tegas Makmun.
Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan mengatakan, untuk balap liar sudah ditertibkan. Bahkan ada satu unit sepeda motor milik pemuda yang diamankan oleh anggota Polsek Suboh.
"Jumat malam kami lakukan pemantuan langsung, Hasil pemantauan bersama anggota, sementara ini tidak ditemukan adanya aktivitas balap liar di lokasi. Kalau parkir liar dan pedagang memang ada," ujar AKP Nanang.
Menurutnya, lokasi exit tol berada di jalur Pantura yang padat kendaraan sehingga keberadaan parkir liar dan pedagang di akses keluar-masuk tol dikhawatirkan memicu kecelakaan lalu lintas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan area keluar-masuk tol untuk parkir maupun berjualan. Hal ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,"pungkas AKP Nanang. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono