RADARSITUBONDO.ID - Warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, digegerkan dengan penemuan mayat di pingggir sungai, Minggu (24/5). Jenazah yang ditemukan tewas dalam kondisi tengkurap itu adalah Bukhori, 50, warga setempat. Pria tersebut diduga kuat tergelincir saat buang air besar (BAB) hingga jatuh di kedalaman lima meter.
Sekitar pukul 11.30 Darsono, salah satu warga hendak BAB di sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Begitu tiba di lokasi, dia melihat ada seorang pria yang tengkurap di pinggir sungai. Tepat di bawah tempat BAB.
“Begitu lihat ada pria tengkurap di dalam sungai, saya langsung panggil menantu saya di rumah. Habis itu laporan ke anggota Polsek Panarukan melalui pak RT,” ujar Darsono.
Tidak lama kemudian, anggota polsek dan anggota BPBD datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. Warga yang datang tidak ada yang berani melakukan tindakan, sebelum polisi datang. Mereka hanya menyaksikan dan menjaga jenazah agar tidak dihanyut.
“Beberapa menit kemudian setelah saya laporan langsung ada anggota bpbd, polisi dan TNI datang ke lokasi. Mayat pak bhukhori langsung dievakuasi ke rsud situbondo,” ucap Darsono.
Kapolsek Panarukan AKP Harsono, menerangkan, Bukhori jatuh dari tepi sungai dengan kedalaman lima meter. Kebetulan kondisi debit air sungai dalam keadaan surut, sehingga yang jatuh mengalami benturan yang cukup keras.
“Dugaan sementara korban hendak BAB namun karena kondisi tepi sungai yang agak terjal dan licin sehingga dapat diduga menyebabkan korban terjatuh dan kepala korban mengenai sesuatu benda keras ditepi sungai sehingga meninggal,” tegas AKP Harsono.
Dikatakan, anggota Polsek Panarukan sudah koodinasi kepada anggota Polsek Kecamatan Binakal, Bondowoso. Sebab berdasarkan keterangan KTP, Bukhori adalah orang Kecamatan Binakal. Namun dia sudah cerai dengan sang istri dan pulang ke Panarukan.
“Dompet, uang serta barang korban berada di tepi sungai Locangcang. Kalau alamat di KTP adalah orang Binakal. Tapi setelah kami konfirmasi ke Polsek Binakal, Buhkori sudah cerai dengan istrinya dan pulang ke Panarukan,” pungkas AKP Harsono. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono