RADARSITUBONDO.ID - Direktur PT Budidaya Tampora, di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, diduga melepaskan tembakan menggunakan senjata api pada saat mediasi dengan warga. Kini kasusnya diadukan ke Mapolres Situbondo. Sebab keselamatan warga yang terlibat konflik dengan PT Budidaya Tampora tersebut merasa terancam.
Informasi yang dihimpun Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, insiden mengerikan tersebut terjadi Selasa lalu (19/5). Tepatnya pada saat dilakukan musyawarah lahan PT Budidaya Tampora. Rapat tersebut berkenaan dengan upaya PT Budiya Tampora, hendak melakukan eksekusi lahan secara sepihak atas objek HGU 1, 2, 3, dan 4.
“Untuk HGU 3, memang sudah berkekuatan hukum tetap. Sementara HGU 1, 2, dan 4 belum memiliki permohonan HGU resmi dan merupakan tanah negara yang dikelola warga. Saat ini bukan bicara masalah HGU lagi tapi soal gertakan menggunakan senjata,” ujar salah satu warga yang enggan namanya dikorankan, Senin (25/5).
Kata dia, Wely melakukan tindakan arogan dengan menenteng senjata api di depan umum untuk mengintimidasi warga dan karyawan.
“Senjata apinya bukan hanya dipegang, tapi sempat ditembakkan ke udara lebih dari satu kali. Berulang-ulang itu tembakannnya. bunyinya nyaring. Bukti rekaman video ada,” katanya.
Dia mengaku, dirinya hanya bisa memohon keadilan agar direktur PT Budidaya diproses secara hukum. Sebab sudah membawa senjata api. Seharusnya jika sudah ada bukti, pelaku bisa diamankan dan dikenakan undang-undang darurat.
“Kami sudah tunjuk LSM Sitijenar untuk ngawal kasus dan menadmpingi pelaporan. Untuk nama kami gak perlu disebut. Kami cari aman,” tegas warga.
Ketua Umum LSM Siti Jenar, Eko Febriyanto, mengaku sudah resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman di muka umum dan penyalahgunaan senjata api ke Polres Situbondo, Sabtu lalu (24/5).
“Kami sudah melaporkan, untuk pemilik rekaman tidak berani memberi kesaksian karena marasa takut. Tapi kalau bukti-buktinya ada. Kami juga ingin mengajukan hak perlidungan bagi salah satu warga yang telah berhasil mengambil rekaman saat terjadi penembakan,” tutup Eko.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung saat dikonfirmasi belum mengetahui adanya laporan tersebut. Namun jika memang sudah ada pengaduan atau laporan, penyidik bakal melakukan lidik.
“Ya nanti kalau ada pengaduan dilaksanakan lidik,” tutup AKP Agung. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono