RADARSITUBONDO.ID - Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memastikan Masjid Istiqlal tidak membagikan daging kurban secara langsung kepada masyarakat umum pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.
Penyaluran hewan kurban dilakukan melalui jaringan lembaga binaan agar distribusi lebih tertata dan tepat sasaran.
Skema tersebut disebut telah menjadi pola tetap yang diterapkan pengelola Masjid Istiqlal setiap tahun. Hewan kurban yang diterima akan disalurkan kepada masjid, musala, pondok pesantren, madrasah, perguruan tinggi Islam, panti asuhan, hingga majelis taklim yang memiliki hubungan pembinaan dengan Istiqlal.
“Disini tidak ada pembagian karena kita akan mendistribusikan kepada masjid dan musalah binaan Istiqlal, panti asuhan yang merupakan binaan Istiqlal, ada Majelis Taklim yang dibina juga oleh Istiqlal, ada Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Islam, ada Pondok Pesantren, ada Madrasah yang relasi dengan Istiqlal. Insyaallah ini tiap tahun kita lakukan seperti itu dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Nasaruddin Umar di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5), dikutip dari JawaPos.
Baca Juga: Oklahoma City Thunder Menang Dramatis atas Spurs, Final NBA 2025/2026 Makin Dekat
Menurut Nasaruddin, sistem distribusi yang diterapkan Istiqlal selama ini berjalan dengan mekanisme pelaporan yang jelas dan transparan. Hal itu membuat banyak masyarakat mempercayakan penyaluran hewan kurbannya melalui Masjid Istiqlal.
“Mungkin karena sistem pertanggungjawaban yang kita lakukan di istiqlal, kita laporkan nanti kepada para penyumbang dalam berbagai macam bentuk dan niatnya itu, akhirnya kita mendapatkan kepercayaan," ujarnya.
Baca Juga: Empedu Kambing Diyakini Tambah Vitalitas Pria, Begini Penjelasan Dokter
Ia menegaskan, pelaksanaan kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah tahunan, tetapi juga bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan asupan gizi, terutama protein hewani. Momentum Idul Adha dinilai menjadi kesempatan untuk memperluas kepedulian sosial kepada kelompok masyarakat kurang mampu.
“Dalam hadis nabi itu tidak boleh ada orang kelaparan pada hari raya di fitri. Dan juga diharapkan tidak ada orang yang krisis protein hewanya pada saat hidup kurban. Jadi inilah kita fasilitasi seluruh bentuk pemberian-pemberian itu kita tampun di istiqlal,” tuturnya.
Nasaruddin juga memastikan seluruh hewan kurban yang diterima telah melalui tahapan pendataan dan pemeriksaan kesehatan sebelum disalurkan. Pengawasan terhadap proses distribusi kupon juga dilakukan agar bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar berhak.
Proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban di Masjid Istiqlal dijadwalkan berlangsung selama hari tasyrik. Hingga saat ini, jumlah hewan kurban yang telah terkumpul mencapai puluhan ekor sapi dan kambing.
“Kan pembagian kurban itu hari tasrik, hari Rabu. Jadi kita masih memotong Kamis, Jumat, Sabtu. Nah jumlah hari ini 63 ekor sapi sampai 18 ekor kambing, 1 ekor dombah,” pungkasnya.
Editor : Bayu Shaputra