Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Melihat Kegiatan Petugas dan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Situbondo di Hari Raya Kurban, Nyate Bareng Daging Kurban Merekatkan Kebersamaan

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:49 WIB
IDUL ADHA: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan kelas IIB Situbondo sibuk menusuk sate di halaman Rutan Situbondo, Rabu (27/5). (HUMAIDI/JPRS)
IDUL ADHA: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan kelas IIB Situbondo sibuk menusuk sate di halaman Rutan Situbondo, Rabu (27/5). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Usai Salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban, suasana di Rutan Situbondo berubah hangat. Petugas dan WBP tampak duduk berdampingan di depan Aula. Mereka sibuk memotong daging kurban, menata potongan kecil di tusukan bambu, lalu membakarnya bersama-sama.

Asap tipis mengepul dari area lapangan upacara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo, Rabu (27/5). Bersaman dengan itu, aroma bumbu sate dan gulai yang khas ikut menyeruak, bercampur dengan canda tawa yang jarang terdengar di lingkungan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kelas IIB Situbondo.

Antara petugas dan WBP seakan tidak ada sekat. Yang terlihat hanya keguyuban.

Beberapa orang tampak memotong daging, sebagian lain menyusun sate secara bergantian. Di sisi lain, sebagian daging diolah menjadi gulai sebagai menu tambahan.

Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Suwono, mengakatan kegiatan tersebut lebih dari sekadar memasak bersama. Selain pesta bareng, para WBP juga diajak bersuka ria agar ikut merasakan keindahan Idul Adha.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan dan kebersamaan antara petugas dan warga binaan,” ujar Suwono.

Momen Idul Adha menjadi ruang untuk menanamkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Keterlibatan warga binaan dalam proses pengolahan daging dinilai sebagai bagian dari pembinaan sosial dan mental. Setidaknya mereka belajar kerja sama, saling membantu satgu sama lain.

“Kami merasakan suasana yang lebih humanis. Antusiasme warga binaan terlihat jelas. Setiap rangkaian kegiatan diikuti dengan semangat, dari memotong daging hingga menunggu sate matang,” tutur Suwono.

Setelah matang, sate dan gulai dibagikan ke seluruh blok hunian secara tertib oleh petugas. Wajah-wajah warga binaan menyambut hidangan itu dengan rasa syukur dan senyum yang tulus.

“Bagi kami, momentum Idul Adha di Rutan Situbondo tahun ini menegaskan bahwa kebersamaan bisa tumbuh di mana saja. Bahkan di balik jeruji, nilai gotong royong dan persaudaraan tetap hidup,” tutupnya. (pri)

Editor : Edy Supriyono
#rutan situbondo #nyate bareng