Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung, Polisi Duga Keracunan Makanan

Bayu Shaputra • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:03 WIB
Kondisi empat wisatawan satu keluarga asal Ambarawa yang meninggal di dalam tenda glamping di salah satu objek wisata di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. (Radar Magelang)
Kondisi empat wisatawan satu keluarga asal Ambarawa yang meninggal di dalam tenda glamping di salah satu objek wisata di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. (Radar Magelang)

 

RADARSITUBONDO.ID - Misteri meninggalnya satu keluarga asal Ambarawa saat berlibur di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, perlahan mulai menemukan titik terang.

Ayah, ibu, dan dua anak laki-laki yang menginap di area glamping tersebut diduga meninggal dunia akibat keracunan makanan setelah menyantap hidangan barbeque (BBQ) yang mereka masak sendiri.

Peristiwa tragis yang menggemparkan warga dan pengelola wisata itu terjadi di kawasan lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Keempat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam tenda glamping Safari nomor 3 pada Rabu (27/5) sore.

Baca Juga: Disambut Emmanuel Macron, Prabowo Hadiri Santap Malam Kenegaraan di Paris

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut. Dugaan awal mengarah pada keracunan makanan akut yang berasal dari bahan makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh para korban saat berlibur.

Polisi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari pihak pengelola wisata.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada kemungkinan adanya kontaminasi pada makanan yang dikonsumsi korban sebelum beristirahat.

Baca Juga: Barcelona Dikabarkan Capai Kesepakatan Rekrut Anthony Gordon dari Newcastle United

Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra menyebut indikasi sementara memang mengarah pada keracunan makanan dari menu makan malam yang disiapkan sendiri oleh keluarga tersebut.

“Ya, indikasinya keracunan makanan. Ya, makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh korban,” ujar I Komang, dikutip dari JawaPos (29/5).

Meski demikian, polisi belum ingin mengambil kesimpulan final sebelum hasil pemeriksaan medis keluar secara resmi.

Saat ini aparat masih menunggu hasil otopsi dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah guna memastikan penyebab biologis maupun medis kematian para korban.

Tragedi tersebut bermula saat satu keluarga asal Ambarawa datang untuk menikmati liburan di objek wisata Posong pada Selasa (26/5) malam. Keluarga itu terdiri dari Muhamad Ali Munawar, 52, sang istri Maghfirah, 43, serta dua anak laki-laki mereka yakni AEH, 16, dan Bagas Amar Hakiki, 21.

Mereka tiba di lokasi wisata menggunakan mobil Honda Jazz RS GK 5 putih bernomor polisi H 1609 PT sekitar pukul 21.05 WIB. Setelah tiba, keluarga tersebut langsung melakukan check-in dan menempati tenda glamping Safari nomor 3.

Malam itu, keluarga korban diduga sempat menikmati acara makan malam barbeque di area glamping menggunakan bahan makanan yang mereka bawa sendiri. Namun, tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlihat oleh pengelola wisata hingga malam berakhir.

Baca Juga: Tiga Bulan Serapan 'Brantas Plus' Rp 485 Juta

Kecurigaan mulai muncul keesokan harinya saat seorang pegawai wisata bernama Anas Mustafirin, 22, datang mengantarkan sarapan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Anas mencoba memanggil penghuni tenda, tetapi tidak mendapatkan jawaban sama sekali.

“Sarapanya Pak,” teriak Anas di depan tenda korban.

Karena tidak ada respons dari dalam glamping, sarapan tersebut akhirnya hanya diletakkan di teras tenda. Situasi itu awalnya belum dianggap mencurigakan karena petugas mengira para tamu masih beristirahat.

Namun hingga mendekati waktu check-out sekitar pukul 11.30 WIB, para penghuni tenda juga belum terlihat keluar. Kondisi tersebut terus berlanjut sampai sore hari sekitar pukul 15.45 WIB.

Merasa ada yang tidak beres, pegawai lain bernama Zaki Ambali, 23, mendatangi tenda untuk melakukan pemeriksaan. Saat pintu glamping dibuka, Zaki langsung dikejutkan dengan kondisi seluruh penghuni tenda yang sudah tidak bernyawa.

Keempat korban ditemukan terbujur kaku di dalam tenda dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Selain itu, tubuh para korban juga menunjukkan gejala hipotermia.

Penemuan tersebut langsung membuat pihak pengelola wisata melapor kepada aparat kepolisian. Polisi bersama tim medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.

Kasus kematian satu keluarga di kawasan wisata Posong ini pun menyita perhatian publik. Banyak pihak menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk mengetahui secara pasti jenis makanan atau zat yang diduga menyebabkan keracunan fatal tersebut.

Sementara itu, polisi masih mendalami seluruh kemungkinan, termasuk memeriksa sisa makanan, perlengkapan barbeque, hingga kondisi lingkungan di sekitar lokasi glamping.

Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya kandungan zat berbahaya pada makanan yang dikonsumsi korban.

Editor : Bayu Shaputra
#kematian satu keluarga #Glamping Posong #Keracunan makanan