Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jemaah Haji Asal Situbondo Meninggal di Makkah, Sempat Keluhkan Nyeri Dada dan Dirawat

Ahmad Rifa'ie • Senin, 1 Juni 2026 | 20:14 WIB
WUKUF DI ARAFAH: Sejumlah jemaah haji asal Situbondo saat mendengarkan khutbah wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5) lalu. (Ahmad Rifa
WUKUF DI ARAFAH: Sejumlah jemaah haji asal Situbondo saat mendengarkan khutbah wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5) lalu. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Fathor Rahman (58), jemaah haji asal Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo yang tergabung dalam Kloter 89, meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (29/5). Almarhum dilaporkan meninggal setelah sempat mengeluh nyeri pada bagian dada.

Almarhum menunaikan ibadah haji tahun ini bersama istrinya melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Hafas Situbondo. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mendapatkan perawatan medis dari petugas kesehatan di hotel tempatnya menginap dengan didampingi sang istri. Dia memang memiliki penyakit menahun yang tiba-tiba kambuh.

"Iya, benar. Jemaah haji asal Situbondo atas nama Fathor Rahman meninggal dunia pada Jumat (29/5) setelah sebelumnya mengeluh nyeri dada," kata Rif'an Djunaidi, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Situbondo, Senin (1/6).

Menurut dia, sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan di hotel tempatnya beristirahat. Saat itu, Fathor Rahman juga didampingi oleh istrinya. Namun, beberapa waktu kemudian, yang bersangkutan dilaporkan meninggal dunia.

"Almarhum beristirahat di hotel dan ditemani istrinya. Sempat mendapat perawatan, namun setelah beberapa waktu kemudian yang bersangkutan meninggal dunia," imbuhnya.

Rif'an juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Fathor Rahman sebenarnya telah menurun sejak berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Bahkan, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari. Namun, setelah kondisinya membaik, ia akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci bersama rombongan lainnya.

"Yang bersangkutan sempat dirawat di rumah sakit. Karena kondisi kesehatannya saat itu mulai membaik, akhirnya diputuskan untuk tetap diberangkatkan menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Pascakejadian tersebut, petugas kloter langsung berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menerbitkan sertifikat kematian atau Certificate of Death. Setelah seluruh dokumen administrasi selesai diproses, jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Makkah. "Setelah dokumen tersebut terbit dan seluruh proses administrasi selesai, jenazah langsung dimakamkan di Makkah," pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #Haji 2026