Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ngaku TNI, Oknum Prada AL di Situbondo Diduga Aniaya Penjual Motor hingga Gigi Copot

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 1 Juni 2026 | 20:18 WIB
TAK BERDAYA: Subairi, 38, warga Kecamatan Mangaran memberi keterangan kepada sejumlah jurnalis, Senin (1/6). (HUMAIDI/JPRS)
TAK BERDAYA: Subairi, 38, warga Kecamatan Mangaran memberi keterangan kepada sejumlah jurnalis, Senin (1/6). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Subairi, 38, warga Kecamatan Mangaran, juga menjadi korban penganiayaan oknum TNI AL, Prada Royhan. Pedagang motor tersebut sempat diborgol, dipukul pakai bambu, hingga tak berdaya. Akibat insiden tersebut, korban tidak bisa beraktifitas satu pekan lebih.

Subairi mengaku sudah lupa hari dan tanggal kejadian yang menimpa dirinya. Yang pasti dia sudah tidak bisa beraktivitas normal sejak dihajar oleh Prada Royhan dua pekan lalu. “Kejadian sudah lebih satu pekan. Pokok bulan lalu tanggal muda. Tanggal belasan bulan Mei,” ucap Subairi, Senin (1/6).

Kata Subairi, aksi pemukulan tersebut terjadi di depan Alfamart, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo.  Saat itu, pelaku memang mengajak ketemuan untuk berbicara jual beli sepeda motor.

 “Ceritanya gini, dia (pelaku) mau beli sepeda motor dagangan saya. Terus bilang sudah TF uang. Tapi TF pada orang lain bukan pada saya. Saya minta bukti TF malah tidak dikasi, dia langsung mukulin saya. Saya dianggap penipu,” kata Subairi.

Dikatakan, pemukulan brutal tersebut membuat dirinya cidera. Sudah satu pekan kepalanya tidak bisa menoleh. Dua giginya juga copot. “Kepala saya dipukul pakai bambu, gigi saya copot gara-gara ditonjok, leher saya sakit sampai hari ini. Saya gak bisa melawan karena saya diborgol. Itu sangat arogan. Saat mukul sambil biloang dirinya adalah TNI,” kata Subairi.

Subairi berharap, pelaku mendapat hukuman sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia. Sebab tindakannya sangat meresahkan banyak orang. “Saya sudah lapor polisi, harapan saya semoga diproses,” tutup Subairi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #oknum tni #Penganianayaan