Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Rumah Lansia 80 Tahun di Jatibanteng Situbondo Ambruk Rata dengan Tanah, Korban Selamat Detik-Detik Kabur dari Reruntuhan

Ahmad Rifa'ie • Selasa, 2 Juni 2026 | 19:56 WIB
RAPUH: Petugas BPBD Situbondo melakukan pengecekan rumah milik Sawami (80), warga Dusun Gudang, Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, yang roboh hingga rata dengan tanah Selasa (2/6). (Ahmad Rifa
RAPUH: Petugas BPBD Situbondo melakukan pengecekan rumah milik Sawami (80), warga Dusun Gudang, Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, yang roboh hingga rata dengan tanah Selasa (2/6). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Sebuah rumah milik Sawami 80, warga Dusun Gudang, Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, ambruk hingga rata dengan tanah. Peristiwa tersebut diduga disebabkan kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak lagi mampu menahan beban.

Sawami yang tinggal seorang diri di rumah tersebut harus menerima kenyataan pahit setelah tempat tinggalnya roboh. Rumah yang telah bertahun-tahun tidak diperbaiki itu mengalami kerusakan parah akibat usia bangunan yang sudah tua dan rapuh.

"Bangunan rumahnya sudah rapuh dan memang mudah roboh," kata Puriono, petugas Pusdalops PB BPBD Situbondo, Selasa (2/6).

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat kejadian, Sawami berada di dalam rumah. Namun, ia sempat menyadari adanya tanda-tanda bangunan akan roboh sehingga segera keluar untuk menyelamatkan diri.

"Dari keterangan korban, Bu Sawami beruntung masih sempat keluar rumah sehingga selamat dari reruntuhan bangunan," tambahnya.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akibat rumahnya roboh, Sawami terpaksa mengungsi sementara dan menumpang tinggal di rumah tetangga hingga rumahnya kembali diperbaiki.

"Tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Hanya saja korban mengalami kerugian material dan untuk sementara harus mengungsi," jelas Puriono.

Rumah permanen berukuran sekitar 7 meter x 4 meter dengan tinggi sekitar 3 meter itu mengalami kerusakan total. Kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.

"Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta," ujarnya.

Setelah menerima laporan pada Selasa (2/6) pukul 06.30 WIB, Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat. "Rumah Bu Sawami roboh sekitar pukul 18.30 WIB, sehingga laporan baru kami terima pada pagi harinya," ungkap Puriono.

Selanjutnya, BPBD Situbondo akan melakukan tahap Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) sebagai dasar penentuan bantuan yang dibutuhkan korban terdampak. Selain itu, bantuan logistik juga direncanakan akan disalurkan kepada korban. "Kami akan melakukan Jitupasna dan menyiapkan bantuan logistik untuk korban terdampak," katanya.

BPBD Situbondo juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan rutin memeriksa kondisi rumah serta lingkungan sekitar, terutama bangunan yang sudah berusia tua dan berpotensi mengalami kerusakan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati serta melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi rumah, pohon, maupun lingkungan sekitar. Data yang kami sampaikan masih bersifat sementara dan akan diperbarui apabila terdapat perkembangan lebih lanjut," pungkasnya. (pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #rumah ambruk