RADARSITUBONDO.ID – Sejumlah warga mempertanyakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mimbaan 003 Kecamatan Mimbaan yang secara tiba-tiba menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, sejak Selasa (2/6), sejumlah sekolah yang menjadi penerima manfaat tidak lagi menerima distribusi makanan bergizi tersebut.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku anaknya disekolah sudah tidak menerima MBG sejak Selasa (2/6). Padahal, sebelumnya program tersebut rutin diberikan setiap hari aktif sekolah. "Sejak kemarin sudah tidak dikirim. Anak saya yang memberi tahu. Padahal sebelumnya selalu ada saat hari masuk sekolah, kecuali ketika libur," Katanya.
Pria yang memiliki dua anak itu menjelaskan, pihak sekolah telah memberitahukan mengenai penghentian sementara penyaluran MBG dengan alasan adanya perbaikan dapur. Namun, menurutnya, alasan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat karena kerap disampaikan setiap kali terjadi penghentian distribusi.
"Katanya ada perbaikan dapur. Tapi kalau setiap tidak mengirim alasannya sama, masyarakat tentu bertanya-tanya. Apa ada kaitannya dengan persoalan yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN)?" Imbuhnya.
Dia mempertanyakan karena masih ada beberapa SPPG lain yang tetap aktif menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah. Karena itu, penghentian distribusi oleh SPPG Mimbaan 003 menjadi perhatian para orang tua dan siswa penerima manfaat. "Sampai kapan tidak mengirim juga belum ada kepastian," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Mimbaan 003, Toriq, membenarkan bahwa dapurnya saat ini ditutup sementara sehingga belum dapat menyalurkan MBG kepada para siswa.
Menurutnya, penutupan tersebut disebabkan anggaran dana operasional yang belum cair. Akibatnya, dapur tidak dapat menjalankan kegiatan produksi dan distribusi makanan. "Dana belum cair, jadi sementara ditutup dulu," ujarnya.
Toriq menjelaskan, penghentian sementara operasional dapur tidak hanya terjadi di Situbondo, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Indonesia. Ia juga memastikan layanan akan kembali berjalan setelah anggaran yang dibutuhkan dicairkan. "Hanya karena anggaran belum cair. Tidak ada persoalan lain selain itu," tegasnya.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah SPPG di Situbondo yang menghentikan sementara penyaluran MBG. Sebab, mekanisme penutupan dilakukan secara bertahap di masing-masing daerah. "Kalau untuk Situbondo saya belum tahu berapa yang ditutup karena mekanismenya bertahap," pungkasnya.
Koordinator Sub Satgas Percepatan Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) Situbondo, Kav Aan Jauhari, mengaku belum memantau jumlah SPPG yang menghentikan sementara penyaluran MBG ke sekolah-sekolah. Ia menyarankan agar informasi tersebut dikonfirmasi kepada koordinator wilayah (korwil). "Belum monitor, bisa ditanyakan ke korwil," ujarnya singkat.
Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo telah berupaya mengonfirmasi Koordinator Wilayah, Haikal, terkait penghentian sementara penyaluran MBG oleh SPPG Mimbaan 003. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono