Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Monyet Ekor Panjang Mengamuk di Situbondo, Damkar Turun Tangan Evakuasi Hewan Agresif

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 5 Juni 2026 | 20:28 WIB
DIAMANKAN: Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo mengevakuasi seekor monyet abu-abu yang diduga hendak menyerang pemiliknya di Desa Selomukti, Kecamatan Bungatan, Kamis (4/6). (Ahmad Rifa
DIAMANKAN: Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo mengevakuasi seekor monyet abu-abu yang diduga hendak menyerang pemiliknya di Desa Selomukti, Kecamatan Bungatan, Kamis (4/6). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo mengevakuasi seekor monyet ekor panjang peliharaan milik Ena (40), warga Desa Selomukti, Kecamatan Bungatan, Kamis (4/6). Langkah itu dilakukan setelah Damkar menerima laporan bahwa monyet tersebut bersikap agresif dan nyaris melukai pemiliknya.

Monyet warna abu-abu tersebut diketahui mulai menunjukkan perilaku agresif meski telah dipelihara sejak kecil. Menurut petugas, sifat liar hewan primata itu tetap muncul seiring pertumbuhannya sehingga berpotensi membahayakan manusia, termasuk pemiliknya sendiri. "Monyet itu masih berusia muda, tetapi ukuran tubuhnya sudah besar dan tiba-tiba menjadi beringas hingga hampir melukai pemiliknya," kata Kasubag Umum Damkar Situbondo, Dayat, Jumat (5/6).

Dayat menjelaskan, saat proses evakuasi berlangsung, monyet tersebut benar-benar agresif. Petugas membutuhkan waktu cukup lama untuk mengamankannya karena hewan itu sempat menyerang petugas yang hendak melakukan evakuasi. "Memang benar, saat akan diamankan monyet tersebut sangat agresif sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama karena sempat menyerang petugas," jelasnya.

Selain itu, lokasi rumah pemilik cukup jauh dari markas Damkar. Laporan diterima sekitar pukul 13.00 WIB, sedangkan petugas Damkar Sektor Besuki tiba di lokasi pada pukul 13.37 WIB. Jarak antara markas dan lokasi kejadian sekitar 15 kilometer. "Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit. Namun, waktu tempuh menuju lokasi cukup lama karena jaraknya jauh dari markas," tambahnya.

Dayat mengatakan, pada pukul 14.20 WIB monyet tersebut berhasil diamankan dan kemudian dibawa ke kawasan hutan Banyuglugur untuk dilepasliarkan. Lokasi tersebut dipilih karena berada dekat dengan destinasi wisata Pantai Tampora dan menjadi habitat bagi banyak monyet sejenis. "Setelah diamankan, monyet itu kami lepasliarkan di kawasan Banyuglugur karena di sana juga terdapat banyak monyet abu-abu," ujarnya.

Dayat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memelihara monyet abu-abu maupun hewan lain yang memiliki sifat agresif terhadap manusia. Menurutnya, hewan-hewan tersebut memang tampak lucu saat masih kecil, tetapi dapat menjadi agresif ketika dewasa meskipun kebutuhan makannya terpenuhi.

"Kami mengimbau masyarakat Situbondo untuk tidak memelihara hewan liar yang berpotensi agresif saat dewasa, seperti monyet, harimau, dan sejenisnya, karena dapat membahayakan pemilik maupun orang di sekitarnya," tegasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #monyet liar #damkar situbondo