RADARSITUBONDO.ID - Musim giling tebu Pabrik Gula (PG) Asembagus yang dimulai pertengan Bulan Mei banyak dikeluhkan warga. Sebab, BUMN yang ada di wilayah timur tersebut dianggap tidak mampu menekan penyebaran tolato selama musim giling.
Tolato PG Asembagus menyebar ke sejumlah desa yang berdekatan dengan tempat penggilingan tebu di wilayah timur. Tolato menyebar mengikuti arah angin. Bahkan pengendara motor yang melintas di jalur pantura Asembagus juga terdampak.
“Semua desa terdampak, tolato ya ikut angin. Kalau angin ke barat yang terdampak ya di barat PG, kalau ke timur ya di timur PG,” ujar salah satu warga yang memiliki rumah di utara PG Asembagus, Minggu (7/6).
Pria yang enggan namanya disebutkan dalam pemberitaan itu menegaskan, keluhan tolato memang menjadi isu tahunan. Namun, hingga PG Asembagus dikabarkan memiliki alat penggilingan modern, tolato tetap berterbangan.
“Tiap tahun kalau sudah musim giling pasti rame keluhan tolato. Warga sampe bingung mau mengeluh kepada siapa,” katanya.
Pria 55 tahun itu berharap, pihak PG Asembagus bisa mencari cara agar bisa menekan penyebaran tolato. Dia mengaku kasihan dengan warga sekitar yang terdampak. Hampir setiap hari harus membersihkan lantai rumah dari serangan tolato.
“Café-café kena tolato. Coba bayangkan kalau pemilik toko baju yang juga kena dampak tolato, apa tidak hitam dagangannya. Orang jemur baju. Malas dah yang mau bicara kalau urusan tolato,” tegasnya.
Adi, warga Desa/Kecamatan Jangkar mengeluhkan hal serupa, bahkan dia mengeluhkan penyebaran tolato ke Bupati Situbondo di kolom komentar akun facebook Mas Rio.
“Saya warga Jangkar, kebayang kan jarak PG ke Jangkar. Ini tolato masuk ke kamar-kamar. Saya sudah ngadu juga ke bupati lewat komenan ke akun facabook Mas Rio,” katanya.
Humas PG Asembagus, Supadi belum bisa memberikan klarifikasi tentang penyebaran tolato yang dikeluhkan warga. Dia miminta jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo untuk datang langsung ke kantor PG Asembagus untuk berjumpa langsung dengan bagian tehnik PG Asembagus.
“Ke kantor PG saja, agar bisa ketemu dengan bagian teknis. Agar jawabannya pas,” kata Supadi singkat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono