Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gelombang Tinggi Hantam Pesisir Jangkar Situbondo, 9 Perahu Nelayan Rusak dan Sempat Tenggelam

Ahmad Rifa'ie • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:36 WIB
DIHANTAM OMBAK: Sejumlah perahu milik nelayan mengalami kerusakan ringan hingga berat di wilayah pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, Sabtu (6/6). (Ahmad Rifa
DIHANTAM OMBAK: Sejumlah perahu milik nelayan mengalami kerusakan ringan hingga berat di wilayah pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, Sabtu (6/6). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Sejumlah perahu milik nelayan di wilayah pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Sedikitnya sembilan perahu nelayan terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, cuaca di wilayah pesisir Jangkar dan sekitarnya tiba-tiba berubah ekstrem. Gelombang pasang yang disertai angin kencang menghantam perahu-perahu yang sedang bersandar, bahkan beberapa di antaranya sempat tenggelam.

"Gelombang pasang yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah perahu nelayan dihantam ombak hingga tenggelam," kata Puriono, petugas Pusdalops PB BPBD Situbondo, Minggu (7/6).

Puriono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pasar Nangka dan Dusun Krajan, Desa Jangkar. Berdasarkan data BPBD Situbondo, total terdapat sembilan perahu terdampak, dengan rincian tiga perahu mengalami kerusakan berat dan enam perahu mengalami kerusakan sedang.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Namun, terdapat kerugian material yang cukup besar," tambahnya.

Puriono mengungkapkan, di Dusun Pasar Nangka, perahu milik Hajari, Heri, dan Deni mengalami kerusakan sedang dengan nilai kerugian masing-masing sekitar Rp5 juta. Sementara itu, perahu milik Mamad mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian mencapai Rp10 juta. "Di Dusun Krajan RT 002 RW 001, perahu milik Kusriyanto mengalami kerusakan sedang dengan kerugian sekitar Rp5 juta. Sedangkan perahu milik Prayitno mengalami kerusakan berat dengan kerugian sekitar Rp10 juta," jelasnya.

Sementara itu, di Dusun Krajan RT 003 RW 001, perahu milik Warni mengalami kerusakan berat dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Adapun perahu milik Hasan dan Darun mengalami kerusakan sedang dengan nilai kerugian masing-masing sekitar Rp5 juta.

"Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Untuk perahu yang rusak berat, rata-rata kerugiannya sekitar Rp10 juta, sedangkan kerusakan sedang sekitar Rp 5 juta," ujarnya.

Puriono menambahkan, setelah menerima laporan, tim Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Petugas melakukan kaji cepat terkait kerusakan dan kerugian, sekaligus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, dan relawan," imbuhnya.

BPBD Situbondo mengimbau masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Kondisi angin barat daya yang saat ini terjadi berpotensi memicu gelombang tinggi dan angin kencang, terutama di wilayah pesisir.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat Situbondo agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, terutama yang beraktivitas di wilayah pesisir. Gelombang tinggi dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #gelombang tinggi #nelayan situbondo #cuaca ekstrem