RADARSITUBONDO.ID - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KHR Azaim Ibrahimy, mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Nahdliyah dan memperkuat konsolidasi internal ke-NU-an. Menurutnya, momentum Muktamar merupakan bagian dari proses memilih pemimpin yang akan berkhidmat kepada umat, nusa, dan bangsa.
KHR Azaim Ibrqhimy menilai konsolidasi internal sangat penting untuk menjaga soliditas organisasi. Terlebih, momentum Muktamar berpotensi dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan. Karena itu, seluruh elemen NU diharapkan tetap menjaga persatuan agar pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar mampu membimbing umat dan memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia.
"Siapapun yang terpilih nanti, baik di jajaran Syuriyah maupun Tanfidziyah, adalah sosok yang benar-benar berkhidmat untuk umat, nusa, dan bangsa ini," kata KHR Azaim Ibrahimy saat menghadiri halaqah di Gedung PBNU, Jumat (5/6).
Kiai Azaim menegaskan kehadirannya dalam kegiatan halaqah tersebut bukan untuk mengintervensi maupun mengarahkan dukungan kepada pihak tertentu. Menurutnya, halaqah merupakan forum kajian yang murni menjadi agenda ke-NU-an dan tidak berkaitan dengan dukung-mendukung kandidat tertentu.
"Tentu saya ingin menegaskan bahwa kehadiran kami di halaqah ini bukan untuk mendukung siapa atau menolak siapa, tetapi murni untuk mengikuti kajian," tegasnya.
Menurutnya, muktamar merupakan agenda resmi organisasi yang harus dipahami sebagai forum untuk kemaslahatan NU, bukan sebagai ajang pertarungan kepentingan. "Acara Muktamar adalah agenda organisasi. Karena itu, saya berharap tidak dipahami dengan perspektif dukung-mendukung atau kepentingan lainnya," jelasnya.
KH Azaim juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk memperkuat doa dan munajat demi kelancaran forum tertinggi organisasi tersebut. Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga NU, untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT agar yang terpilih nantinya dapat berkhidmat untuk umat, nusa, dan bangsa serta membawa kemaslahatan bagi kita semua," ungkapnya.
Terkait dinamika yang mengiringi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, Kiai Azaim menyerukan seluruh Nahdliyin agar memperbanyak doa sehingga setiap tahapan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
"Kami juga mengajak untuk terus berdoa. Ketika ada dinamika yang dikhawatirkan berpotensi tidak baik, maka kekuatan doa inilah yang akan mengawal kita," bebernya.
Kiai Azaim menambahkan, segala ujian dan dinamika yang terjadi merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Melalui doa dan munajat, seluruh pihak yang terlibat diharapkan diberi kemudahan dalam mengambil langkah-langkah terbaik demi kemaslahatan bersama.
"Dengan segala dinamika yang ada, semoga itu menjadi bagian dari ujian yang diberikan Allah SWT. Tujuan utama kita adalah meraih ridha Allah, kebahagiaan Nabi Muhammad SAW, serta keridhaan para muassis Jam'iyah NU," pungkasnya. (pri)
Editor : Edy Supriyono