Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Suami Bunuh Istri di Situbondo, Keluarga Ungkap Sifat Posesif dan Cemburu Berlebihan Pelaku

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:40 WIB
MOMEN DUKA: Keluarga besar alm. Murtafia Rafika Devi, 34, bidan asal Desa Blitok, Kecamatan Bungatan, sedang menunggu proses otopsi di depan kamar jenazah RSUD Situbondo, Minggu (7/6). (HUMAIDI/JPRS)
MOMEN DUKA: Keluarga besar alm. Murtafia Rafika Devi, 34, bidan asal Desa Blitok, Kecamatan Bungatan, sedang menunggu proses otopsi di depan kamar jenazah RSUD Situbondo, Minggu (7/6). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Sementara itu, air mata Hariza Dinina Belinda Putri Alda Dinova, 20, tak berhenti mengalir. Adik Alm. Murtafia Rafika Devi, 34, bidan asal Desa Blitok, Kecamatan Bungatan, itu masih tak percaya kakaknya harus pergi karena dibunuh suaminya sendiri.

Gadis yang akrab disapa Abel itu, mengatakan bahwa kakaknya adalah perempuan yang berbakti kepada suaminya. Pengabdiannya juga sangat luar biasa. Bahkan untuk mempertahankan cintanya, dia rela hidup di bawah tekanan.

“Kakak saya dari dulu selalu mengalah. Suaminya sering memperlakukan kakak saya tidak baik, sering membentak dan cemburuan,” ucap Abel, saat ditemui di ruang tunggu kamar jenazah RSUD Situbondo, Minggu (7/6/2026).

Kata dia, bidan Devi hidup dalam tekanan selama pernikahannya sejak 2018. Sejak tinggal bersama mertua di Dusun Kauman, Desa Besuki, korban seperti dikungkung. Bertandang ke rumah orang tua saja dilarang.

“Kakak saya sejak tinggal dengan suaminya di Besuki, ke rumah orang tua sudah sangat jarang. Paling pas Idul Fitri dan Idul Adha saja datang,” kenang Abel.

Dua bulan sebelum kejadian, Devi sudah memilih pisah rumah. almarhumah kembali ke Blitok, tinggal di rumahnya sendiri yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya. Harapannya sederhana. Yaitu hidup tenang bersama tiga anak perempuannya.

“Kakak saya punya tiga anak, anak pertama umur sepuluh tahun tinggal sama kekek neneknya, di Blitok sejak korban bercerai dengan suami pertama. Dua anak lainnya, lima tahun dan tiga tahun, ikut orang tua tersangka di Besuki,” tutur Abel.

Bagi keluarga, kehilangan Alm Devi bukan sekadar duka. Tapi luka mendalam karena perempuan penyabar itu harus berakhir tragis di tangan orang yang dulu berjanji melindunginya.

“Kakak saya tidak pernah melawan. Tapi kenapa akhirnya harus seperti ini,” kata Abel sambal mengusap air mata di pipi.

Sunarsih, Bude Alm. Devi juga menegaskan, bahwa Ahmad Rizky Hidayaturrahman, 32, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan, memiliki rasa cemburu yang sangat berlebihan dan tidak masuk akal.

“Itu kalau ada nomor HP baru di HP Devi pasti langsung dilacak. Bahkan menantu saya yang juga kerja di RSUD Besuki sempat dicemburui oleh suami alm. Devi,” tutur Sunarsih. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #bidan #posesif #pembunuhan #cemburu