RADARSITUBONDO.ID - H. Nurul Hamzah, 49, dan Misroto, 52, nelayan yang sempat dikabarkan hilang ditemukan dalam keaadaan selamat, Senin (8/6). Ternyata dua pemancing asal Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, tersebut tidak kunjung pulang akibat perahunya mengalami kerusakan di tengah laut.
Minggu lalu (7/6) sekitar pukul 04.30, keduanya berangkat dari pesisir Dusun Dhaja Gudang, Desa Peleyan Kecamatan Panarukan. Seperti biasa, mereka pamit kepada keluarga untuk mencari ikan di laut.
“Kalau berangkat pagi biasanya pulang pukul 10 pagi. Pamitnya pada orang rumah ya mau pulang pukul 10,” kata Nurul.
Namun saat di tengah laut, takdir berkata lain. Begitu asyik menebar jangkar tiba-tiba perahu mengalami trobel. Sinyal HP hilang.
Saat itu yang dipanjatkan pada Tuhan hanya bisa mendapat pertolongan. “Bekal masih ada. Itu yang bikin kami bertahan, tapi kami terus berharap dan berdoa agar dapat pertolongan. Kami sempat cemas karena kurang lebih 29 jam terombang-ambing,” ujar Nurul Hamzah sambil menyeruput teh hangat yang disodorkan petugas BPBD.
Kata dia, harapan untuk hidup baru terasa setelah melihat nelayan setempat melintas. Begitu melihat ada perahu yang mendekat, dia dan temannya berteriak meminta pertolongan. Bajunya dibuka untuk memberi kode.
“Kalau hanya lambai tangan takut tidak kelihatan, jadi pakai baju. Begitu dekat, nelayan itu memang sengaja cari saya. Saya tambah senang,” ujarnya.
Nurul berjanji, untuk selanjutnya akan lebih hati-hati saat berangkat melaut. Dia akan melakukan pengecekan mesin secara berkala.
“Kejadian ini jadi pengalaman yang tidak akan terlupakan, saya akan lebih hati-hati saat mau berangkat melaut,” tuturnya.
Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono menerangkan, kondisi dua nelayan yang sempat dikabarkan hilang ditemukan dalam keadaan selamat. Bahkan begitu tiba di darat, keduanya enggan diperiksa dan memilih untuk lekas pulang.
“Kami sudah berupaya untuk membawa dua pemancing yang ditemukan dengan selamat, tapi keduanya tidak mau. hanya ingin cepat pulang dan istirihat,” pungkas Puriyono. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono