Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ruang Kelas SDN 3 Seletreng Rusak Sejak 2019, Siswa Terpaksa Gabung Kelas hingga Dispendikbud Janji Perbaikan

Ahmad Rifa'ie • Senin, 8 Juni 2026 | 20:49 WIB
BUTUH PRRBAIKAN: Salah satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Seletreng, Kecamatan Kapongan, mengalami kerusakan, Senin (8/6). (Ahmad Rifa
BUTUH PRRBAIKAN: Salah satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Seletreng, Kecamatan Kapongan, mengalami kerusakan, Senin (8/6). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Salah satu ruang kelas di SDN 3 Seletreng, Kecamatan Kapongan, mengalami kerusakan sejak tahun 2019. Namun hingga kini, ruang kelas tersebut belum mendapat perbaikan, meskipun pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada instansi terkait.

Salah seorang guru SDN 3 Seletreng yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi ruang kelas yang rusak telah dilaporkan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan pada tahun 2023, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo sempat melakukan survei ke lokasi. Namun hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan.

"Sebenarnya itu dulu ruang kelas IV. Karena kondisinya rusak, ruangan tersebut akhirnya dijadikan kantor," ujarnya, Senin (8/6).

Menurutnya, kerusakan yang semakin parah membuat pihak sekolah terpaksa menggabungkan ruang belajar agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Akibatnya, siswa harus belajar dengan sistem penggabungan dua kelas dalam satu ruangan. "Siswa harus belajar dengan sistem penggabungan dua kelas dalam satu ruangan," imbuhnya.

Dia mengaku kecewa karena setelah dilakukan survei, tidak ada tindak lanjut berupa perbaikan. Padahal, kondisi tersebut dinilai mengganggu proses belajar mengajar sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang optimal.

"Waktu itu hanya dilakukan survei, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Tentu kami berharap segera ada tindak lanjut agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih baik," katanya.

Meski hanya satu ruang kelas yang rusak, keberadaan ruangan tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Karena itu, pihak sekolah berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

"Kami berharap tahun ini ada perbaikan sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih aman dan nyaman di sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendikbud Situbondo, Sopan Efendi mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, termasuk SDN 3 Seletreng. "Untuk SDN 3 Seletreng, insya Allah bisa tercover tahun ini," ujarnya.

Menurut Sopan, salah satu kendala yang menyebabkan sekolah tersebut belum masuk prioritas perbaikan pada tahun sebelumnya adalah keterlambatan pengunggahan data ke sistem.

"Kemungkinan SDN 3 Seletreng kemarin terlambat mengunggah data. Mulai hari ini tim dari dinas akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kembali, kemudian akan kami usulkan lagi," tambahnya.

Sopan menjelaskan, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya terjadi di SDN 3 Seletreng. Berdasarkan data Dispendikbud Situbondo, terdapat sekitar 343 sekolah yang membutuhkan revitalisasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 285 sekolah telah masuk dalam Sistem Informasi Pendataan Sarana dan Prasarana (SIP Sarpras) hingga akhir tahun 2025. Namun, hanya 170 sekolah yang dapat terakomodasi melalui aplikasi Revitalisasi Sekolah (Revit). "Dari total itu semuanya sudah kami usulkan, tetapi yang bisa tercover melalui aplikasi Revit hanya 170 sekolah," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #sekolah rusak #Dispendikbud Situbondo