RADARSITUBONDO.ID - Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Situbondo menyatakan jemaah haji asal Situbondo dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 24 Juni mendatang. Meski saat ini para jemaah telah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji di Makkah, mereka masih harus menjalani ziarah ke Madinah sebelum kembali ke Indonesia.
Saat ini para jemaah haji masih melaksanakan Tawaf Ifadah yang dilakukan secara bertahap dan bergantian. Mengingat jumlah jemaah yang sangat banyak, pelaksanaan Tawaf Ifadah tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Namun, seluruh jemaah diwajibkan menyelesaikan rukun haji tersebut sebelum 17 Juni karena setelah itu mereka akan diberangkatkan ke Madinah.
“Perkiraan pada tanggal 15 nanti seluruh jemaah sudah mulai didorong menuju Madinah untuk menjalani ziarah sebelum pulang ke Indonesia. Pada 24 Juni mendatang, jemaah sudah tiba di Indonesia melalui Surabaya,” kata Rif’an Djunaidi, Kepala Kemenhaj Situbondo.
Rif’an menjelaskan, jemaah asal Situbondo yang tergabung dalam kloter 87, 88, 89, dan 91 dijadwalkan tiba di Indonesia pada 24 Juni. Karena itu, seluruh jemaah harus menyelesaikan Tawaf Ifadah di Makkah sebelum berangkat ke Madinah.
“Di Madinah mereka akan berada sekitar delapan hari untuk melaksanakan salat di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Rasulullah SAW, serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah lainnya,” imbuhnya.
Rif’an menegaskan, Tawaf Ifadah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jemaah. Oleh karena itu, sejak beberapa hari terakhir para jemaah mulai menjalankan ibadah tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Tawaf Ifadah dilaksanakan di Masjidil Haram dan antreannya sangat panjang sehingga memerlukan waktu berhari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, lamanya proses pelaksanaan Tawaf Ifadah disebabkan oleh banyaknya jemaah dari berbagai negara yang juga menjalankan ibadah yang sama. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara bergantian dan terjadwal agar seluruh jemaah dapat menyelesaikannya tepat waktu.
“Jemaah haji Situbondo sedang melaksanakan Tawaf Ifadah secara bergantian dengan jemaah haji lainnya,” jelasnya.
Rif’an menambahkan, jumlah jemaah haji asal Situbondo yang diberangkatkan tahun ini mencapai seribu orang. Namun, hingga saat ini tercatat tiga jemaah meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji. Dengan demikian, jumlah jemaah yang akan kembali ke tanah air tersisa 997 orang.
Jemaah pertama yang meninggal dunia adalah H. Fathor Rahman, warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan. Almarhum tergabung dalam Kloter 89 dan dilaporkan meninggal dunia di hotel tempat menginap pada 29 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi.
Jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Hj. Almi Massuya (85), warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus. Rif’an menyebut almarhumah wafat pada 1 Juni 2026 karena faktor usia. “Sedangkan jemaah ketiga yang meninggal dunia adalah Hj. Septian Sovi Wulandari (33), anggota Kloter 88. Almarhumah diketahui meninggal dunia di kamar hotel pada 3 Juni 2026 tanpa didahului keluhan kesehatan,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono