RADARSITUBONDO.ID - ASP, 44, asal Kelurahan Kebalenan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, tewas di Jalan Pantura, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kami malam (11/1). Itu setelah dia mengalami tabrakan adu moncong sepeda motor sekitar pukul 22.50 di KM 185.700 dari arah Surabaya.
Insiden kecelakaan maut bermula dari pemotor bernopol P 2849 EV yang dikemudi RA, 19, asal Desa Kumbangsari, Kecamatan Jangkar, melaju dari arah timur ke barat. Begitu tiba di lokasi kejadian, RA diduga hendak mendahululi kendaraan di depannya.
Begitu RA masuk ke jalur kanan, tiba-tiba ASP yang mengemudi sepeda motor bernopol P 2060 UI melaju dari arah berlawanan muncul dengan kecepatan tinggi. Akibat jarak yang begitu dekat dua premotor tersebut tidak bisa menghindari tabrakan adu depan.
“Untung saat keduanya sama-sama jatuh tidak ada truk melintas. Itu yang motor dari arah timur ke barat roboh di badan jalan,” kata Saiful Rizal, salah satu warga yang ada di lokasi kejadian, Jumat (12/6).
Dikatakan, kondisi motor milik ASP mengalami kerusakan yang cukup parah. Body depannya penyok. Kondisi orangnya juga mengalami luka berat. Bahkan saat ditolong oleh warga sudah tidak tampak harapan hidup.
“Kalau korban yang asal Banyuwangi (ASP) itu luka berat, tidak tahu hidup apa tidak. Kalau lawannya itu kan dua orang, keduanya sama-sama luka ringan,” tegas Rizal.
Kanitlaka Polres Situbondo AKP Hariyanto, membenarkan kecelakaan maut tersebut. Kata dia, korban yang meninggal dunia adalah warga Banyuwangi. Korban meninggal dunia di perjalanan menuju RSUD Situbondo. “Benar, yang meninggal satu orang. Dugaan sementara, pengendara yang melaju dari arah timur k barat kurang hati-hati saat menyalip sehingga terjadi kecelakaan,” tutup Hariyanto. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono