RADARSITUBONDO.ID - Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan gerimis kembali melanda wilayah Situbondo, Sabtu (13/6). Akibatnya, sebuah rumah permanen milik warga Kampung Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, mengalami kerusakan parah setelah bagian dapurnya roboh. Kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.
Bangunan yang terdampak merupakan rumah milik Mariani, 61. Akibat sapuan angin kencang, tembok bagian dapur rumah tersebut tiba-tiba roboh hingga rata dengan tanah.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, kejadian bermula saat hujan gerimis disertai angin kencang melanda kawasan tersebut. Dapur rumah korban tidak mampu menahan terjangan angin sehingga ambruk.
"Cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi di kawasan Desa Wonorejo hingga mengakibatkan dapur permanen milik Ibu Mariani roboh dan mengalami kerusakan berat," kata Pusdalops PB BPBD Situbondo, Puriono, Minggu (14/6).
Puriono mengungkapkan, berdasarkan hasil asesmen sementara, bangunan yang terdampak merupakan rumah permanen dengan kondisi rusak berat. Bagian dapur yang roboh memiliki ukuran sekitar 4 meter x 5 meter x 2,5 meter.
"Dari hasil asesmen sementara, kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta, baik dari kerusakan bangunan maupun perabotan dapur yang tertimpa reruntuhan," ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, pemilik rumah beserta keluarganya tidak berada di dapur yang roboh tersebut.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Namun, korban mengalami kerugian material karena dapurnya roboh hingga rata dengan tanah," tambahnya.
Puriono menerangkan, cuaca ekstrem yang merusak dapur warga itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah sedang beristirahat di dalam rumah.
"Ibu Mariani terkejut saat mendengar suara keras dari arah dapur. Setelah diperiksa, ternyata dapurnya ambruk dan temboknya ambrol," ujarnya.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua lingkungan setempat yang selanjutnya berkoordinasi dengan perangkat desa. Akibat kerusakan itu, korban untuk sementara waktu tidak dapat menggunakan dapurnya dan memilih tinggal di rumah keluarganya.
"Akibat kejadian tersebut, korban tidak bisa menggunakan dapurnya untuk sementara waktu hingga dilakukan perbaikan," jelas Puriono.
Puriono mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan bencana lainnya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan pesisir maupun daerah dengan banyak pepohonan," pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono