Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Resmi Jadi IAI NH, Kampus Nurul Huda Bidik Penguatan Bahasa Arab dan Inggris Mahasiswa

Ahmad Rifa'ie • Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB
MOMEN BERSEJARAH: Rektor Institut Agama Islam Nurul Huda (IAI NH) memotong pita dalam acara launching alih status kampus dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAI NH) menjadi Institut Agama Islam Nurul Huda (IAI NH), Senin (15/6) malam. (Ahmad Rifa
MOMEN BERSEJARAH: Rektor Institut Agama Islam Nurul Huda (IAI NH) memotong pita dalam acara launching alih status kampus dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAI NH) menjadi Institut Agama Islam Nurul Huda (IAI NH), Senin (15/6) malam. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Peluncuran (launching) Institut Agama Islam Nurul Huda (IAI NH) yang bertransformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAI NH) digelar pada Senin (15/6) malam. Alih status tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan keilmuan, meningkatkan kualitas akademik, serta memperkuat Unit Pengembangan Bahasa (UPB).

Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram juga menjadi momen bersejarah bagi kampus hijau tersebut. Perubahan status dari STAI NH menjadi IAI NH merupakan hasil dari proses panjang yang tidak instan hingga akhirnya resmi diluncurkan sebagai institut.

Rektor IAI NH, Habib Muhammad Taufiq, M.Pd.I, mengatakan bahwa berdasarkan hasil musyawarah, IAI NH ke depan akan memfokuskan pengembangan mahasiswa melalui penguatan kemampuan bahasa. "Dari hasil musyawarah, IAI NH ke depan akan membidik pengembangan kemampuan bahasa mahasiswa. Dalam waktu dekat kami juga akan melantik pengurus Unit Pengembangan Bahasa," katanya.

Menurutnya, penguasaan bahasa merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas lulusan. Melalui UPB, mahasiswa nantinya akan mendapatkan pembinaan intensif, pelatihan komunikasi, hingga program sertifikasi kemampuan bahasa yang dapat menunjang kebutuhan akademik maupun dunia kerja.

"Transformasi menjadi institut bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga perubahan paradigma dan peningkatan mutu layanan pendidikan. Kami ingin lulusan IAI NH memiliki kemampuan akademik yang kuat sekaligus kompeten dalam penguasaan bahasa asing," ujarnya.

Habib Muhammad juga mengajak seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan semangat belajar. Selain itu, para dosen dan jajaran kampus diharapkan terus memperdalam kemampuan bahasa, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris, sehingga lulusan IAI NH mampu memahami Al-Qur'an beserta terjemahannya, serta kitab-kitab keislaman dengan baik.

"Sehingga kita bisa menyajikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Kita memiliki kewajiban untuk mengabdikan ilmu tersebut ketika kembali ke tengah masyarakat," imbuhnya.

Dia menambahkan, tujuan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di IAI NH adalah untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masyarakat. Sebab, masyarakat menaruh harapan besar terhadap ilmu dan kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Oleh karena itu, mari kita terus bersabar dan istiqamah agar apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud sesuai dengan kehendak Allah SWT," jelasnya.

Rektor IAI NH juga menegaskan bahwa peningkatan status kelembagaan akan diiringi dengan tantangan yang semakin besar. Namun, hal tersebut harus menjadi motivasi dan semangat baru untuk terus berkembang menjadi lebih baik. "Tantangan ke depan adalah bagaimana kita semakin menguasai Al-Qur'an, baik dalam bidang tahfidz maupun tafsir. Mari jadikan tahun 2026 sebagai momentum untuk lebih semangat mencapai tujuan bersama," tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Muhammad berharap IAI NH mampu menjadi pusat pengembangan ilmu keislaman yang maju dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Situbondo dan sekitarnya.

"IAI NH juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman, perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga, serta peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #IAIN NH #nurul huda