RADARSITUBONDO.ID - HLS, 36, seorang oknum guru perempuan di salah satu SDN Kecamatan Bungatan, diadukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo. Ini setelah video tanpa busananya tersebar di media sosial (medsos). Aksi HLS di video berdurasi 1.21 detik itu merupakan rekaman saat dia melakukan Video Call Sex (VCS) dengan laki-laki asal Madura yang sedang bekerja di luar negeri tersebar.
Pepeng, warga Kecamatan Panarukan mengatakan bahwa HLS sering live di tiktok. Saat itulah dia mendapatkan korban yang diperas hingga Rp 1 miliar. Korban adalah AA, 40, asal Madura. Dialah laki-laki yang diteror usai melakukan aktivitas seksual virtual dengan HLS.
“AA ini sering like dan ngasi gif saat HLS sedang live tiktok. Dari tiktok menjalin komunikasi hingga tukar nomor whats app. Bahkan AA sempat dimintai uang hingga TF melalui rekening,” ujar pria yang akrab disapa Tekos Sosial, Rabu (17/6).
Kata Pepeng, hubungan keduanya semakin akrab hingga AA mendapat tawaran untuk VCS. Begitu terjadi hubungan seksual virtual itulah, HLS diam-diam merekam layar. Selanjutnya gambar AA diduga disebar menggunakan akun bodong. HLS menekan AA untuk memberi uang agar gembarnya tidak semakin viral.
“Intinya HLS ini diduga memeras AA. Kebetulan AA juga menyimpan gambar namun tidak menyebarkannnya. Ini pengakuan dari AA ke saya benar tidaknya perlu konfirmasi juga kan kepada si oknum ibu guru itu,” ucap Pepeng.
Dia menegaskan, yang menjadi permasalah sebenarnya bukanlah tindakan VCS antara ke dua belah pihak. Namun yang disayangkan, seorang ibu guru SD melakukan tindakan tidak terpuji dengan cara mememeras laki-laki. “Ini guru aktif, sudah saya cek kebenarannya. Saya juga sudah mengadukan tindakan ibu guru ini kepada Dispendikbud Situbondo,” Papar Pepeng.
Dia berharap, Dispendikbud bisa bergerak cepat dan menindak oknum guru tersebut. Untuk mekanisme penindakannnya, tentu Dispendikbud yang lebih paham. Namun yang paling diharapkan adalah dipecat menjadi seorang guru. “Sementara saya tidak mengambil jalur hukum, saya hanya mengadukan kepada Dispendikbud,” tegas Pepeng.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Kabupaten Situbondo Sopan Efendi, belum berhasil dikonfirmasi. Saat didatangi ke kantornya masih sibuk zoom meeting. itu disampaikan oleh petugas resepsionis Dispendikbud Situbondo. Saat ditelepon melalui aplikasi Whatsapp juga tidak bisa. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono