RADARSITUBONDO.ID – Beberapa titik penjemputan bagi keluarga jemaah haji yang pulang dari Tanah Suci Makkah telah ditetapkan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo. Penetapan titik penjemputan tersebut dilakukan untuk memudahkan jemaah bertemu dengan keluarga sekaligus memperlancar proses pemulangan ke wilayah masing-masing.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, Rif'an Junaidi, mengatakan keluarga jemaah haji dapat melakukan penjemputan di masing-masing KBIH/KBIHU maupun di Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo. “Jemaah haji bisa dijemput di masing-masing KBIH/KBIHU. Bagi yang tidak memiliki KBIH, maka bisa dijemput di Kantor Pemkab Situbondo,” kata Rif'an.
Rif'an menambahkan, saat ini jemaah haji asal Situbondo masih berada di Kota Madinah untuk melaksanakan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia. “Saat ini jemaah haji Situbondo sudah berada di Madinah dan pada 23 Juni 2026 akan diterbangkan ke Indonesia serta diperkirakan tiba pada 24 Juni 2026,” ujarnya.
Menurut Rif'an, jemaah haji asal Situbondo terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 75, 87, 88, 89, 90, dan 91. “Kloter 87 hingga 91 dijadwalkan tiba di Asrama Haji Surabaya pada 24 Juni 2026,” ungkapnya.
Sementara itu, Kloter 75 yang bergabung dengan jemaah asal Kabupaten Pamekasan dijadwalkan tiba lebih awal, yakni pada 21 Juni 2026. “Khusus Kloter 75 akan datang lebih awal, yaitu pada 21 Juni 2026 karena tergabung dengan jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan,” ucapnya.
Rif'an menyebutkan jumlah jemaah haji asal Situbondo pada musim haji 2026 sebanyak 1.000 orang. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Dengan demikian, jumlah jemaah yang akan kembali ke tanah air sebanyak 997 orang.
Jemaah pertama yang meninggal dunia adalah H. Fathor Rahman, warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan. Almarhum tergabung dalam Kloter 89 dan dilaporkan meninggal dunia di hotel tempat menginap pada 29 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi.
Jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Hj. Almi Massuya (85), warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus. Rif'an menyebut almarhumah wafat pada 1 Juni 2026 karena faktor usia. “Sedangkan jemaah ketiga yang meninggal dunia adalah Hj. Septian Sovi Wulandari (33), anggota Kloter 88. Almarhumah diketahui meninggal dunia di kamar hotel pada 3 Juni 2026 tanpa didahului keluhan kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Situbondo, Iwan Subhakti, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan tiga titik pemulangan dan penjemputan jemaah haji dari Surabaya. “Pemkab Situbondo memfasilitasi pemulangan jemaah haji di tiga lokasi, yakni Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Hotel Utama Raya di Kecamatan Besuki, dan Kantor Pemkab Situbondo,” katanya.
Dia menambahkan, keluarga jemaah dapat menjemput anggota keluarganya melalui KBIH/KBIHU masing-masing atau di lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah sesuai arahan dari Kemenhaj Situbondo. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono