RADARSITUBONDO.ID – Ada pemandangan berbeda di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo, Kamis (18/06). Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) makan Tajin Sora (Bubur Suro) bersama-sama. Kegiatan ini merupakan acara yang digelar Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dalam tajuk ‘PD IPARI Situbondo Berbagi Berkah di Bulan Muharram’.
Wajah para WBP tampak sumringah saat melahap Tajin Sora. Tidak sedikit yang mengucapkan terima kasih berkali-kali karena merasa senang dengan kegiatan tersebut. Mereka jadi ingat saat ada di rumah. “Semoga sering-sering ada acara seperti ini, terima kasih ya,” ujar salah satu WBP Rutan Situbondo.
Salugu Widya Utama SH, Kepala Subseksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Situbondo menyampaikan bahwa Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo melalui para penyuluhnya selama ini secara rutin telah menggelar dan mengisi kegiatan di Rutan Situbondo. “Penyuluh yang datang tidak hanya agama Islam tapi juga Nasrani,” ungkapnya.
Salugu berharap, sinergi tersebut bisa terus berlanjut di masa-masa mendatang. Bahkan, secara kuantitas maupun kualitas bisa terus ditingkatkan. “Mudah-mudahan terus berkesanambungan kerja sama ini, terima kasih kemenag,” imbuhnya.
Salugu mengaku ke depan akan melakukan MoU dengan kemenag. Sebab, banyak hal yang bisa digarap penyuluh agama Islam di dalam rutan. Misalnya, tidak sedikit WBP yang belum bisa baca Alquran, salatnya belum sempurna. “Dengan adanya kerjasama, akan ada pembinaan. Sehingga nanti ketika kembali ke masyarakat WBP bisa kembali menjadi individu baru yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PD IPARI Situbondo, Nur Kholish berharap kegiatan ‘Berbagi Berkah di Bulan Muharram’ yang digelarnya mampu membawa hikmah bagi para WBP Rutan Situbondo. “Sengaja kita memberikan Tajin Sora ini karena bertepatan dengan tahun baru Islam. Di masyarakat kita, datangnya tahun baru Islam identik dengan tajin sora. Makanya, kami penyuluh berbagi bersama,” ungkapnya
Selain memberikan tajin sora, IPARI Situbondo juga memberikan sedikitnya 14 paket bingkisan kepada warga binaan. Terdiri dari sepuluh laki-laki dan empat perempuan. “Untuk penerimanya kewenangan rutan yang menentukan. Diberikan kepada WBP yang baik penilaiannya. Misalnya tidak banyak melanggar, aktif dalam kegiatan dan sebagainya,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono