Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Nelayan Keluhkan Pipa Limbah Mengapung di Laut, PT Fuyuan Akui Masih Cari Solusi

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:03 WIB
DIKELUHKAN: Penampakan pipa berukuran besar milik PT. Fuyuun, di tengah pantai Desa/Kecamatan Banyuglugur, Jumat (19/6). HUMAIDI/JPRS()
DIKELUHKAN: Penampakan pipa berukuran besar milik PT. Fuyuun, di tengah pantai Desa/Kecamatan Banyuglugur, Jumat (19/6). HUMAIDI/JPRS()

RADARSITUBONDO.ID - MS, 40, salah satu nelayan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, mengaku sudah lama menyoal pembuangan limbah ke tengah laut.  Sudah sekian purnama berlalu, namun tak kunjung mendapat jawaban yang pasti dari pihak terkait. Padahal dampak kepada nelayan sangat terasa.

MS menerangkan, dirinya sempat merekam pembuangan limbah dari pipa yang diduga bersumber dari pabrik rumput laut milik PT. Fuyuan beberapa tahun lalu. Saat itu, kebetulan pipa mengeluarkan air berwarna coklat.

"Saya sempat merekam pipa itu keluarkan air warna coklat. Mungkin ini dari dua pabrik, milik PT. Fuyuan. Tapi saya tidak memastikan ya. Mungkin pihak terkait bisa menelusuri untuk memastkan, " katanya, Jumat (19/6).

Kata dia, pembuangan limbah tersebut tidak dilakukan setiap hari. Besar kemungkinan juga dilakukan pembuangan malam hari.

"Tidak tentu pembuangannya. Tidak tiap hari. Bisa saja dibuang malam hari," cetusnya.

Dia mengatakan, dampak yang paling dirasakan adalah lalulintas nelayan terganggu. Sebab pipa berukuran besar menjulur ke tengah laut.

 "Saya perahu parkir di pinggir laut belakang utama raya. Kalau mau melintas ke arah timur ya harus menyisir ke tengah laut agar tidak nyangkut ke pipa yang ngapung," tuturnya.

Penerjemah PT. Fuyuan, Elfira mengaku, bahwa Pipa dalam video yang beredar memang milik PT Fuyuan. Kondisi air keruh pada video yang beredar terjadi kurang lebih lima tahun lalu. Kala itu sedang melakukan pembersihan saluran.

"Saat ini operasional limbah kami sudah melalui IPAL. Pipa tersebut masi terpakai, difungsikan untuk membuang air bekas pencucian rumput laut sesuai kajian teknis pembuangan yang telah ada," ujar Elfira.

Dikatakan, secara teknis, ujung pipa sudah ditenggelamkan. Namun untuk bagian tengah masih mengapung. Sebelumnya sempat ditenggalamkan semua namun mengapung lagi. Selanjutnya bakal ditenggelamkan semua.

"Kami masih mengupayakan solusi teknis agar seluruh pipa dapat tenggelam," pungkas Elfira. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #Pipa Besi #limbah