RADARSITUBONDO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Situbondo diliburkan sejak Senin (22/6). Beredar kabar, keadaan ini akan berlangsung selama tiga minggu. Meski demikian, Satuan Tugas (Satgas) MBG Situbondo hingga kini belum menerima surat pemberitahuan resmi.
Program MBG yang menyasar pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu biasanya tetap berjalan untuk kelompok penerima manfaat di luar sekolah. Namun, kali ini penghentian disebut dilakukan secara menyeluruh. "Informasinya dihentikan total di seluruh Situbondo. Selama tiga minggu tidak ada pengiriman sama sekali," ujar salah satu narasumber Jawa Pos yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut dia, penghentian selama masa libur sekolah seharusnya tidak berdampak pada kelompok penerima manfaat lain. Misalnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi sasaran program pencegahan stunting. "Kalau penerima manfaatnya bukan hanya anak sekolah, seharusnya kelompok pencegahan stunting tetap menerima bantuan. Namun, informasinya semua ikut dihentikan. Ya mau bagaimana lagi, itu kebijakan pemerintah," imbuhnya.
Dia juga menilai penghentian tersebut tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga para relawan dan pekerja yang terlibat dalam program MBG. "Kalau relawan seperti saya, penghasilan diperoleh saat ada kegiatan distribusi. Kalau tidak ada pengiriman, otomatis tidak ada pemasukan. Berbeda dengan petugas yang digaji langsung oleh BGN, seperti Kepala SPPG, tenaga gizi, akuntan, maupun koordinator wilayah," ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo, Akhmad Yuliyanto, mengaku belum menerima informasi terkait penghentian total program MBG selama masa libur sekolah. Menurutnya, Satgas MBG bertugas memastikan program berjalan lancar bagi seluruh penerima manfaat. Biasanya, apabila ada penghentian sementara, akan ada pemberitahuan atau laporan kepada Satgas.
"Ke Satgas belum ada kabar, belum ada pemberitahuan apa pun. Biasanya ada laporan terkait penghentian kegiatan, termasuk saat masa libur sekolah," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Yuli itu menambahkan, pihaknya akan segera melakukan konfirmasi kepada koordinator wilayah (Korwil) terkait penghentian distribusi MBG tersebut. "Nanti akan saya konfirmasi dulu ke Korwil. Karena untuk penerima manfaat pencegahan stunting, biasanya tetap berjalan meskipun sekolah sedang libur," katanya.
Yuli juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menghentikan operasionalnya. Sebelumnya, terdapat 19 SPPG yang sempat terkena suspensi. Data tersebut, kata dia, berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) karena laporan disampaikan langsung ke instansi tersebut. "Datanya ada di Bappeda. Untuk sementara memang belum ada informasi atau pemberitahuan dari Korwil kepada Satgas," tegasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono