Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Gubuk dan Hasil Panen Hangus di Arjasa, Motor Petani Ikut Jadi Abu Akibat Ledakan Korek Gas

Ahmad Rifa'ie • Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB
RUSAK BERAT: Motor milik warga Dusun Tol-Tol, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, hangus terbakar pada Senin (22/6). Seluruh bangunan beserta isi di dalamnya ludes dilalap api. (Ahmad Rifa
RUSAK BERAT: Motor milik warga Dusun Tol-Tol, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, hangus terbakar pada Senin (22/6). Seluruh bangunan beserta isi di dalamnya ludes dilalap api. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Sebuah gubuk penyimpanan hasil panen milik Durrahman, 70, warga Dusun Tol-Tol, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, hangus terbakar pada Senin (22/6). Akibat kejadian tersebut, sejumlah hasil panen jagung, pupuk kimia, serta satu unit kendaraan yang berada di dalam gubuk ikut ludes dilalap api.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Gubuk tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian milik Durrahman. Saat kebakaran terjadi, seluruh bangunan beserta barang-barang di dalamnya tidak dapat diselamatkan. “Gubuk milik Durrahman yang berisi hasil panen jagung, pupuk kimia, dan satu unit kendaraan terbakar hingga habis,” kata Koordinator Pusdalops PB BPBD Situbondo, Puriono, Selasa (23/6).

Dia menjelaskan, Durrahman sehari-hari bertani di kawasan hutan milik Perhutani. Kebakaran diduga dipicu oleh korek api gas yang meledak di atas tempat tidur yang berada di dalam gubuk.

Api kemudian membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. “Api diduga berasal dari korek api gas yang meledak di atas tempat tidur,” tambahnya.

Saat kejadian, kondisi gubuk dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang beraktivitas di lahan hutan. Ketika hendak kembali ke gubuk, Durrahman mendengar suara ledakan. Setelah mendekati lokasi, ia melihat kobaran api sudah membesar dan membakar seluruh bangunan.

“Pak Durrahman mengetahui kebakaran saat hampir sampai di gubuknya. Saat itu api sudah berkobar besar dan membakar seluruh bangunan,” ujarnya.

Puriono mengungkapkan, gubuk berukuran panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 2,5 meter tersebut mengalami kerusakan total. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 12 juta. “Kerugian ditaksir sekitar Rp 12 juta, terdiri dari kerugian bangunan sekitar Rp 2 juta serta hasil panen dan kendaraan sekitar Rp10 juta,” jelasnya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi kejadian yang berada jauh dari permukiman warga membuat kebakaran tidak merembet ke bangunan lain.

Setelah menerima laporan, tim Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan kerusakan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. “Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun bangunan gubuk beserta seluruh hasil panen yang tersimpan di dalamnya tidak dapat diselamatkan,” pungkas Puriono. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#damkar situbondo #kebakaran