RADARSITUBONDO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo hingga saat ini belum mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai terdampak kekeringan. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di Kecamatan Jatibanteng dan Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh.
Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa lokasi terdampak belum mendapatkan bantuan distribusi air bersih dari BPBD Situbondo karena dinilai belum memasuki kondisi kekeringan yang benar-benar ekstrem.
Sumber Jawa Pos Radar Situbondo yang merupakan warga Kecamatan Jatibanteng membenarkan bahwa hingga saat ini wilayahnya belum menerima distribusi air bersih.
Terdapat tiga lembaga pendidikan yang turut terdampak, yakni SMP Negeri 1 Jatibanteng, SD Negeri 3 Jatibanteng, dan Kantor PGRI Kecamatan Jatibanteng. "Iya, sudah terdampak kekeringan. Sepertinya belum menerima distribusi air bersih. Bahkan, dari pemberitaan yang saya lihat, banyak warga harus mengambil air ke sumber curah yang lokasinya cukup jauh dari rumah mereka," katanya, Rabu (24/6).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Situbondo, Andi Handoko mengaku langsung melakukan peninjauan ke lokasi setelah menerima informasi tersebut. Menurutnya, kondisi di lapangan memang membutuhkan penanganan segera, tidak hanya berupa distribusi air bersih, tetapi juga pengeboran sumur agar kebutuhan air dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
"Kami menerima informasi adanya krisis air bersih di SMP Negeri 1 Jatibanteng, sehingga langsung turun ke lokasi. Kondisinya memang demikian. Bahkan, SD Negeri 3 Jatibanteng dan Kantor PGRI Kecamatan Jatibanteng juga mengalami krisis air bersih," ujarnya.
Andi menjelaskan, krisis air bersih tersebut disebabkan oleh macetnya suplai air dari PDAM sehingga aliran air ke sejumlah lokasi terhenti. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar di lembaga pendidikan yang terdampak. "Saya sudah menyampaikan kepada Pak Sekda bahwa SMP Negeri 1 Jatibanteng membutuhkan pengeboran air bersih. Dengan demikian, proses belajar mengajar di tiga lembaga pendidikan tersebut dapat berjalan dengan baik," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan pihaknya memang belum mengirimkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang selama ini masuk dalam data daerah rawan kekeringan. Sebab, kondisi saat ini dinilai belum memasuki puncak musim kemarau atau kekeringan yang parah. "Terima kasih atas informasinya. Kami akan mengecek ke lokasi dan segera menindaklanjuti hal tersebut," katanya.
Menurut Timbul, belum dilakukannya distribusi air bersih bukan karena adanya kendala, melainkan karena kondisi di lapangan masih dalam tahap pemantauan. Namun demikian, BPBD siap melakukan distribusi apabila memang diperlukan. "Kalau kekurangan air di sekolah memang bukan ranah utama kami, karena distribusi biasanya dilakukan ke desa atau permukiman warga. Namun, informasi ini akan segera kami tindak lanjuti," tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat yang terdampak kekeringan agar tetap tenang dan tidak panik. BPBD, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk distribusi air bersih sesuai data daerah terdampak pada tahun sebelumnya. "Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan air, baik untuk kebutuhan konsumsi, pertanian, maupun keperluan lainnya," Jelasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono